Tampilkan posting dengan label Self Improvement. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Self Improvement. Tampilkan semua posting

Minggu, 30 Oktober 2016

Menghargai Kontribusi Orang Lain

"There are two things people want more than sex and money. Those are recognition and praise. - Ada 2 hal yang diingikan manusia selain seks dan uang, yaitu penghargaan dan pujian."
Mary Kay Ash, pendiri Mary Kay Cosmetics

Hampir semua orang senang dihargai. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa sanjungan dan apresiasi lebih efektif meningkatkan motivasi seseorang untuk lebih setia dan mendukung kita. Menjadikan sikap lebih menghargai orang lain juga pasti akan membuat dunia kita juga berubah lebih baik.

Contohnya dalam bisnis network marketing, kerja sama tim jelas diutamakan. Upline harus menghargai berapapun kontribusi omset dari para mitra bisnis. Begitupun para mitra bisnis juga harus berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh upline. Dalam bisnis network marketing tak ada yang terhebat, semua pihak sama-sama membutuhkan dan harus saling mengisi serta menghargai.

Maling Yang Teledor

Suatu waktu hiduplah seorang inspektur polisi yang terkenal dengan pengamatan dan analisanya yang tajam.

Suatu siang pada musim panas yang terik, inspektur itu berjalan dengan santai ke sebuah tempat ibadah. Secara kebetulan, ia melihat tiga orang sedang tertidur lelap di salah satu sisi belakang bangunan tempat ibadah tersebut. Di dekat mereka terdapat semangka yang telah diiris-iris menjadi beberapa bagian tapi tidak terlihat tanda bahwa sudah dimakan.

Bagi orang biasa dan penjaga tempat ibadah, tidak ada yang aneh dari kondisi ketiga orang yang sedang tertidur tersebut sehingga mereka dibiarkan saja beristirahat di situ. Akan tetapi tidak bagi sang inspektur polisi. Ia segera memerintahkan bawahannya untuk menangkap ketiga laki-laki itu dengan tuduhan telah melakukan kejahatan dan membawa mereka ke kantornya.

5 Kunci Sukses Bangkit dari Kegagalan

Bill Bartmann pernah jatuh-bangun dalam bisnisnya. Bahkan ia pernah kehilangan banyak harta hingga tinggal menyisakan rumah sebagai asetnya. Kebangkrutan itu begitu dalam karena bisnisnya yang senilai US$ 3 miliar hilang dalam sekejap.

Namun Bill tak terpuruk. Selalu ada bahan pelajaran dari kegagalan bisnis. Semangat itulah yang membuatnya cepat bangkit. Nah, bagaimana caranya agar kita bisa bangkit dari kegagalan?

Tindakan Lebih Penting Dari Pengetahuan

Pada suatu hari seorang ilmuwan terkenal bertanya kepada guru agamanya, "Pak, apakah inti penting di dalam agama?"

"Jangan melakukan segala dosa, sebaliknya jalankan semua amal dan kebaikan,” jawabnya.

Ilmuwan itu menganggap bahwa itu adalah jawaban standar yang terlalu luas dan kurang jelas. "Apa yang Bapak katakan itu terlalu sederhana. Anak berusia tiga tahun pun akan sudah tahu jawaban seperti itu," timpalnya.

“Memang anak seusia itu juga akan mengerti, tapi orang tua yang telah berusia delapan puluh tahun belum tentu bisa melakukannya,” sahut guru agama itu.

Pesan:

Apa yang telah diungkapkan oleh sang ilmuwan sangat sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang yang cukup pintar dan mengerti tentang rambu-rambu kehidupan dari ilmu pengetahuan yang mereka pelajari, seminar, buku, televisi dan lain sebagainya. Misalnya bila kita ingin sukses, maka kita harus bersikap positif (lebih ramah, disiplin, jujur, gigih berusaha, dan lain sebagainya) serta menjauhi tindak negatif (korupsi, kolusi dan nepotisme, menghasut, menipu dan lain sebagainya).

Tetapi hanya sebagian kecil diantara kita yang benar-benar sukses dan bahagia. Banyak juga orang pintar yang melanggar aturan negara maupun agama, misalnya berbuat korupsi, pembunuhan, praktik ilegal dan tindak kriminal lainnya. Mengapa? Karena semua pengetahuan itu hanya sebatas wacana atau tidak berlanjut kedalam tindakan nyata.

Kunci kebahagiaan dan keberhasilan dalam kehidupan setelah mencari ilmu pengetahuan adalah mempraktekkan semua ilmu pengetahuan tersebut kedalam tindakan nyata. Segudang ilmu pengetahuan tidak akan bermanfaat bila kita sendiri tidak menjalankannya. “Tindakan tidak selalu membawa kebahagiaan, tetapi tidak ada kebahagiaan tanpa tindakan,” kata Benjamin Disraeli.

Sebaliknya, betapapun sederhana ilmu pengetahuan yang kita miliki akan memiliki kekuatan yang dahsyat jika kita menggunakannya setiap hari dan setiap saat. Contoh sederhana misalnya kita ketahui bahwa bersikap disiplin, jujur dan tersenyum atau ramah kepada semua orang itu baik. Pengetahuan tersebut akan memberikan manfaat lebih dahsyat terhadap berbagai hal termasuk kesuksesan dan suasana hati bila kita senantiasa mempraktekkannya. Oleh sebab itu latihlah diri kita senantiasa melakukan tindakan nyata atas apa yang sudah kita ketahui

Tips Kesuksesan Ala Socrates

Socrates (469-399 BC) adalah seorang filosof Yunani. Ia dikenal luas memiliki kearifan dan kecerdasan luar biasa. Tak mengherankan jika banyak sekali pemuda pada masa itu ingin menimba ilmu darinya, entah tentang bisnis, ilmu pengetahuan, dan lain sebagainya.

Salah seorang pemuda diantaranya dijanjikan bertemu pada pagi hari di pantai. Sebelumnya pemuda tersebut sudah mengutarakan kepada Socrates tentang keinginannya untuk belajar tentang bagaimana meraih kesuksesan. Merekapun bertemu di tempat yang sudah mereka sepakati.

Socrates langsung memerintah pemuda itu masuk ke laut sampai air laut menenggelamkan tubuh mereka sebatas leher. Tanpa memberi komando, tiba-tiba Socrates menenggelamkan kepala pemuda tersebut. Dengan sekuat tenaga pemuda itu berjuang agar kembali ke permukaan.

Setelah melihat pemuda itu hampir pingsan, Socrates baru mengangkatkan kepala pemuda itu. Begitu muncul di permukaan air, pemuda itu langsung menarik nafas kuat-kuat untuk mengisi paru-parunya dengan udara. Socrates lalu bertanya kepada pemuda itu, "Sewaktu di dalam air, apa yang paling kamu butuhkan?"

"Udara," jawab pemuda itu singkat sambil terengah-engah.

"Itulah rahasia kesuksesan. Jika kamu ingin sukses, harus berjuang seperti kamu membutuhkan udara di dalam air. Kamu pasti sukses!" kata Socrates penuh makna sembari meninggalkan pemuda itu.


Pesan:

Sebetulnya diantara faktor-faktor terpenting untuk meraik kesuksesan adalah kemauan keras untuk berbuat sesuatu. Siapapun orangnya berpeluang menjadi orang sukses. Meskipun latar belakang pendidikan atau masa lalu seseorang tentu saja memberikan sentuhan-sentuhan peluang menjadi lebih besar.

Dengan kemauan yang keras, setiap orang dapat sukses di manapun dan di bidang apapun. Banyak sekali peristiwa besar dunia di sepanjang lintasan sejarah, dan itu hanya mungkin lahir dari kemauan yang besar. "Manusia tidak pernah kekurangan kekuatan, tetapi kurang kemauan," Victor Hugo. Salah satu contohnya adalah Tirto Utomo yang dulu ditertawakan karena menjual air mineral dalam kemasan. Berkat kemauan keras dan perjuangannya, kini usahanya menggurita seiring dengan semakin populernya air mineral dalam kemasan.

Sukses sangat ditentukan oleh kuatnya kemauan dari dalam diri sendiri untuk belajar dan bekerja keras, dan meningkatkan kualitas diri. Tantangan atau kendala apapun berusaha diatasi dengan memberikan yang terbaik dan menjalani dengan sungguh-sungguh. "Kekuatan seseorang bukan datang dari kapasitas fisiknya, tetapi dari kemauan yang sungguh-sungguh," tegas Mahatma Gandhi.

Tiga Hal

Ada 3 Hal dalam hidup yang tidak bisa kembali:
1. Waktu
2. Kata-kata
3. Kesempatan

Ada 3 Hal yang dapat menghancurkan hidup seseorang:
1. Kemarahan
2. Keangkuhan
3. Dendam

Ada 3 Hal yang tidak boleh hilang dalam hidup:
1. Harapan
2. Keikhlasan
3. Kejujuran

Ada 3 Hal yang paling berharga dalam hidup:
1. Kasih sayang
2. Keluarga dan teman
3. Berbuat kebajikan

Ada 3 Hal dalam hidup yang tidak pernah pasti:

1. Kekayaan
2. Kesuksesan
3. Mimpi

Ada 3 Hal yang akan membentuk karakter seseorang:
1. Komitmen
2. Ketulusan
3. Kerja keras

Ada 3 Hal yang bisa membuat kita sukses:
1. Imajinasi
2. Kemauan
3. Ketekunan

Dengan memperhatikan, mencermati, dan menjalankan berbagai macam "3 hal" di atas, maka bukan mustahil Anda akan bisa meraih segala sesuatu yang dingiinkan/diimpikan selama ini.

Sabtu, 03 September 2016

Bahagia Saat Ini


Hidup ini tidak pasti, tidak ada jaminan. Siapa orang yang bisa tahu apa yang akan terjadi besok? Lalu kenapa harus mencemaskan hari esok! Banyak orang yang mencemaskan masa depan dan mulai merencanakan masa depan namun merugikan masa kini yang sebetulnya jauh lebih berharga.

Saat ini adalah satu-satunya waktu yang sangat berharga. Bila seseorang mengorbankan masa sekarang - mengisinya dengan hal-hal yang tidak bermanfaat dan tidak penting - sebetulnya sama saja dengan menggorbankan kebahagiaannya sendiri. Jadi nikmatilah saat ini dan berbuatlah sesuatu yang bermakna bagi diri Anda dan orang lain di sekeliling Anda.

Jumat, 02 September 2016

Langkah Langkah Hidup Lebih Bahagia






"Kebahagiaan itu ibarat kupu-kupu. Makin sering kita memburunya, makin pintar ia mengelak dari kita. Tetapi jika kita alihkan perhatian pada hal lain, ia justru datang dan duduk manis bersandar di bahu kita," ujar penulis Henry David Thoreau.


Kita punya pilihan apakah mau hidup bahagia atau tidak bahagia.Kita bisa mati-matian mengejar kupu-kupu dan kebahagiaan tak pernah diraih, atau duduk manis dan kebahagiaan datang dengan sendirinya. Tetapi bagaimana caranya agar kebahagian menghampiri kita?

Rabu, 28 Oktober 2015

Winner Mindset Revolution : 25 Pola Pikir Seorang Pemenang #1 - #5




Ada pemenang di dunia ini, dan ada pecundang. Apa yang membuat seseorang menjadi pemenang dalam kehidupannya? Apa yang membuat seseorang menjadi pecundang? Perbedaannya terletak pada sikap, pandangan, dan pola pikir.

    Biasanya, cepat atau lambat, Anda akan mendengar pecundang menyalahkan kegagalannya pada orang lain atau keadaan. Pola pikir yang menyalahkan orang lain atau keadaan atas kegagalannya adalah pola pikir yang diprogram untuk kalah.

    Mengapa? Karena itu adalah pola pikir fatalistik, yaitu pola pikir bahwa nasib berada di luar kendali, pada belas kasihan orang lain atau keadan di luar diri mereka. Ini adalah pola pikir yang telah menyerah atas kekuatan dan kemampuan sendiri.

    Menjadi pemenang membutuhkan kerja keras, ketekunan dan keyakinan dalam diri sendiri. Pola pikir pemenang adalah untuk mengambil tanggung jawab atas tindakannya, menyalahkan dirinya sendiri dan hanya dirinya sendiri karena kegagalan, untuk percaya bahwa takdirnya terletak seluruhnya di dalam dirinya sendiri, menolak setiap pemikiran bahwa nasibnya tergantung pada belas kasihan orang lain atau keadaan di luar. Pola pikir inilah yang merupakan salah satu yang diprogram untuk pemenang.

Selasa, 06 Oktober 2015

Life Plan : 10 Macam Kesuksesan




Kita semua mengartikan kesuksesan secara berbeda-beda. Sebab semua tujuan hidup dan cita-cita kita dipengaruhi masa kecil, lingkungan, citra diri dan orang lain yang hidup serta bekerja sama dengan kita.

Maka, kesuksesan bukan semata-mata masalah perasaan bahagia semata. Kesuksesan memiliki arti dan makna yang jauh lebih dalam dari semua itu. Berikut 10 jenis kesuksesan yang berbeda, namun sama-sama penting pada tingkahnya masing-masing.

Selasa, 25 Agustus 2015

5 Prinsip Reiki - Dr. Mikao Usui


Dr. Mikao Usui adalah seorang praktisi reiki yang menggunakan energi untuk melakukan penyembuhan, tetapi disini aku tidak membahas tentang reiki melainkan prinsip reiki yang menurutku baik.

Aku mengenal 5 prinsip reiki ini beberapa tahun lalu, tertulis disebuah kertas lalu ditempel di dinding dengan rapi di ruang kerja seorang teman. Aku membacanya dan merasa ini hal yang baik.

Adapun 5 Prinsip Reiki adalah..

Autosuggestion dan Visualization



Manusia memiliki kemampuan pikiran yang luar biasa, lewat pikiran manusia menciptakan banyak maha karya dan penemuan yang hebat. Kekuatan pikiran manusia ini sebenarnya aset penting untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, tetapi mengapa tidak semua manusia dapat demikian?

Perbedaannya ada di dalam bawah sadar pikiran setiap manusia. Ketika seorang manusia terjebak di zona nyaman atau rutinitas yang negatif maka kemampuan bawah sadarnya akan menurun yang menyebabkan kekuatan alam bawah sadar pikiran melemah.

Ada dua cara untuk membangkitkan kekuatan bawah sadar pikiran manusia, kedua hal tersebut dikenal dengan nama Autosuggestion dan visualization.

Minggu, 23 Agustus 2015

Positive Mental Attitude (PMA) dalam Belajar - Sikap Mental Positif



Ketika duduk di bangku sekolah, ada hal yang kusadari tentang belajar. Perbedaan antara siswa yang mendapat nilai bagus ataupun tidak sebenarnya bukan dari daya tangkap ataupun metode belajar namun yang paling penting adalah Mental Attitude / Sikap Mental dalam belajar.

Pernahkah kamu begitu mengebu-gebu dalam mempelajari sesuatu tetapi sehari setelahnya semangatmu hilang. Hal ini menunjukan betapa besarnya pengaruh hal negatif dari luar terhadap semangat kita mempelajari atau melakukan sesuatu yang baru.

Untuk bertahan dari hal negatif yang datang dari luar serta mengubah hal-hal negatif menjadi positif untuk mendukung proses belajar dibutuhkan PMA - Positive Mental Attitude.

Sabtu, 22 Agustus 2015

Proses Belajar Global



Ketika duduk di bangku SMA, aku sangat penasaran bagaimana pemikir-pemikir besar bisa begitu hebat dalam menggunakan otak mereka. Apakah ada suatu cara tertentu untuk mengembangkan kemampuan otak manusia?

Masa itu belum banyak sains modern yang bisa menjelaskannya, dengan keterbatasan sumber data juga membuat penelitian mendalam menjadi sulit, tetapi penelitian itu ternyata sederhana dan memberikan jawaban dengan tepat.

Jawabannya adalah sesuatu yang sederhana tetapi tidak populer hingga saat ini, hal itu dikenal dengan nama Proses Belajar Global.

Rabu, 03 Juni 2015

Siapa yang Memindahkan Kejuku? Who Moved My Cheese?

Salah satu buku terbaik yang pernah kubaca tentang perubahan bisa dibilang adalah buku berjudul Who Moved My Cheese. Bukan hanya menjelaskan bagaimana menghadapi perubahan dengan baik melalui kisah yang sederhana tetapi juga bagaimana menyikapi kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam perubahan itu dengan cara yang mudah.

Tentunya saat ini cukup sulit menemukan buku ini dengan bahasa Indonesia yang baik, atau terlalu sedikit waktu untuk membaca buku itu. Maka dalam tulisan kali ini, aku merangkum buku tersebut menjadi lebih sederhana tanpa mengurangi inti dari kisah tersebut.

Who Moved My Cheese?