Jumat, 12 Agustus 2016

Curhat Pendek - Permen Ungu


Pada siang hari ini, aku mendapatkan pesan dari facebook.

"Selamat ulang tahun, kuharap kamu bahagia di sana.." dari seseorang yang tidak kuduga.

"Terima kasih, kuharap kamu juga bahagia di sana dan juga sehat ya." jawabku.

"Aku tidak yakin.."

Aku memilih tidak membalasnya, namun beberapa saat kemudian..

"Kamu ingat, saat aku bilang suka warna ungu dan juga suka rasa anggur? Sejak itu kamu membeli permen fox dan memilih semua permen rasa anggur untuk kamu bawa kemana-mana?"

"Setiap kamu bertemu denganku, kamu akan memberikan sebuah permen ungu tersebut untukku.. Setiap harinya setidaknya kamu memberikanku 3 permen.."

"Permen itu seolah menjadi saksi berapa hari kita bertemu seharinya, dulu kupikir itu manis sampai 10 tahun berikutnya aku baru menyadari arti sesungguhnya.. Kini setiap melihat permen itu, aku hanya bisa menahan air mataku."

Aku terdiam membacanya sebelum membalas..

"Semua sudah berlalu, kuharap kamu menemukan kebahagiaanmu."

Dan dia menjawab..

"Aku sudah menemukannya, hanya tidak bisa memilikinya."

Aku tidak menjawabnya, namun kuharap dia mengerti.

3 komentar:

  1. Akhir-akhir ini, w sering mendengar orang bercerita ttg masalah ini.

    Masalah dimana seseorang baru menyadari betapa pentingnya seseorg dlm hidup mereka dan bagaimana seseorang itu menunjukkan keinginannya untuk bisa kembali bersamanya.

    Jujur, sebenarnya w cukup binggung kenapa ada org yg seperti itu.
    Menurut w, mereka sehrsnya dari dulu lebih menghargai org yang menyayangi mereka. Bukan sebaliknya.

    Cuma w mencoba mengerti.
    Bagaimana pun, w lebih menghargai pasangan w karena w belum pernah dapat pasangan.
    Jadi w maklum ma...

    Harap maklum...
    Jones. LOL
    #ketikajonesberbicara.

    BalasHapus
  2. Karena dulu belum ada perbandingan, ibarat kau biasa makan nasi kuning di tempat A, pertama enak tapi karena tiap hari makan disana rasanya jadi biasa.

    Ternyata setelah kau tempat si B,C,D dan dst. Barulah tau nasi kuning di A yang paling enak, cuma udah terlambat karena nasi kuning A sudah nggak jualan lagi.

    BalasHapus
  3. Belum adanya perbandingan membuat org penasaran dengan rumput tetangga.
    Rumput tetangga akan selalu nampak lebih hijau,kalau kita tidak pernah benar-benar bersyukur dengan rumput kita.

    Akan selalu menarik menyimak bagaimana setiap org menyikapi masalah seperti itu. hehe


    Ngom2 nasi kuning, w jadi ingat ace..
    ahhahaha

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)