Kamis, 09 Juni 2016

Yang Kita Tau tapi Kita Tidak Tau

Seperti angin yang membawa dedaunan yang gugur


Beberapa hari terakhir angin berhembus sangat kencang, tidak jarang hujan turun dengan derasnya disertai petir menyambar-nyambar. Saat hujan tiba, angin seolah menari dengan hujan, tarian yang membuat kita harus berlindung di dalam rumah.

Setiap aku berjalan keluar setelah badai, bisa kulihat jalanan ditutupi banyak dedaunan yang gugur akibat badai. Aku teringat sebuah kisah ketika melihatnya.

Kisah itu diawali dengan seorang murid yang bertanya pada Guru Spiritualnya, tentang kehidupan. Sang Guru kemudian menunjukan daun-daun yang berguguran di bawah sebuah pohon.

"Dapat kau lihat itu?" Sang Guru menunjukan, bahwa bukan hanya daun-daun yang sudah tua dan cokelat saja yang gugur, tapi ada juga daun yang berwarna kuning bahkan masih hijau. Sang Guru menjelaskan tentang kematian.

Ya, setiap manusia yang lahir akan mati. Kita semua tau akan hal tersebut, walaupun banyak yang merasa bahasan tentang kematian adalah hal yang tabu.

Yang tidak kita tau dari kematian adalah kapan dia datang dan bagaimana caranya. Seperti daun yang gugur itu, kadang kematian mengambil yang sudah tua, kadang yang yang paruh baya bahkan tidak jarang mengambil yang masih muda atau balita.

Begitulah kematian, dia tidak memilih melalui usia.

Pentingnya mengetahui dan menerima bahwa kematian bisa datang kapan saja, akan membuat seseorang hidup seutuhnya. Tidak menunda kebahagiaan dan perjuangannya.

Karena kita tidak akan pernah tau, apakah kita daun yang gugur selanjutnya.

1 komentar:

  1. Tidak menunda kebahagiaan dan perjuangannya.
    Karena kita tidak akan pernah tau, apakah kita daun yang gugur selanjutnya.
    :)
    Jadi sebuah renungan buat pagi ini...

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)