Rabu, 08 Juni 2016

Torpe

Jika kebahagiaan adalah mengagumi tanpa keinginan untuk memiliki,
Apakah kau sanggup?


Begitu banyak kisah cinta, setiap orang juga mengalami berbagai pengalaman cinta. Jika harus memilih mana kisah cinta terindah seringkali sulit, namun bagaimana dengan kisah cinta yang menyakitkan?

Seringkali kisah cinta yang menyakitkan dikaitkan dengan kisah Romeo dan Juliet, kisah yang cukup modern adalah Titanic. Apakah kalian setuju?

Aku yakin banyak dari pembaca pernah membaca, mendengar atau bahkan melihat langsung kisah yang lebih tragis dari dua kisah di atas. Bahkan mungkin anda yang merasakannya?

Aku memiliki dua orang sahabat, keduanya mengajarkanku dua hal yang sama. Sebuah ketulusan cinta dan bagaimana sebuah cinta bisa begitu menyakitkan.

Mengenal mereka membuatku memahami bahwa kisah cinta yang paling menyakitkan bukan kisah cinta yang dipisahkan oleh maut atau kelas sosial maupun jarak namun kisah cinta yang belum dimulai sampai akhirnya tidak pernah dimulai.

Kedua sahabatku ini memiliki pengalaman yang mirip, mereka mencintai seorang gadis dengan sangat tulus, namun karena beberapa kondisi keduanya tidak pernah bisa menunjukan perasaan mereka ataupun mendekati gadis itu.

Sahabatku yang pertama telah memiliki perasaan itu selama 5 tahun sampai akhirnya dia memutuskan menjadi pemuka agama yang hidup selibat. Sementara sahabatku yang lainnya telah menyimpan perasaan itu selama 8 tahun, tanpa pernah berpikir untuk mendekati wanita yang lain.

Baru saja semalam, sahabatku yang telah menderita selama 8 tahun ini menelponku, terdengar isak tangis dari seberang panggilan. Aku menunggu selama 15 menit sampai akhirnya dia bisa mengatakan, bahwa gadis itu telah resmi menjadi istri pria lain.

Aku merenung, apakah cinta yang tak terucap itu salah? Apakah cinta harus memiliki?

7 komentar:

  1. Memiliki cinta yang tidak terucap itu tidak pernah salah, hanya saja hati kita yang semakin tidak kuat untuk membawa beban itu.
    Kadang lebih baik mengutarakan semuanya lalu ditolak, daripada membawa beban itu seumur hidup.

    Apakah cinta harus memiliki?
    Pikiran akan mengatakan " Tidak "
    Perasaan akan mengatakan " Iya "

    BalasHapus
  2. Wah menarik nih post nya...

    Cinta tak terucap itu ga salah. Harus memiliki atau tidak, itu tergantung pasangannya. Buat apa kita 'memiliki' kalo ternyata dia ga bahagia sama kita? Itu namanya egois.

    Kalo dari cerita di atas, menurut gw, yang bikin sakit itu bukan karena si wanita sudah menjadi istri pria lain. Tapi lebih karena penyesalan, kenapa dia ga berani ambil tindakan selama 8 tahun itu. In the end, we only regret the things we didn't do when we had the chance...

    BalasHapus
  3. Sist Po kutipan di akhirnya mantap banget! :D

    BalasHapus
  4. Aku tahu tepat rasanya..
    Tak ada kata lagi yg bisa dibagi
    Karna terlalu sakit.

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)