Minggu, 05 Juni 2016

Life of Adulthood

Pada masa dewasa, hal-hal yang dulunya biasa bisa jadi sangat berharga,
misalnya tidur.


Pada waktu kecil, siapa yang ingin segera dewasa? Siapa yang ingin segera menyelesaikan pendidikannya dan mulai bekerja agar bisa memiliki uang sendiri agar bisa membeli apa yang kita inginkan?

Ingatkah kalian masa-masa itu? Lalu kini ketika usia sudah tidak lagi muda, kita justru berpikir betapa indahnya masa-masa dulu, dimana luka yang kita rasakan hanya karena terjatuh saat bermain.

Tentunya tidak semua orang memiliki masa kanak-kanak yang mudah, aku sendiri juga memiliki masa kecil yang berbeda dengan orang kebanyakan, namun tetaplah ada beberapa saat yang kurindukan.

Perasaan seperti ini sering muncul tiba-tiba, contohnya saat aku masih terjaga jam 3 pagi semalam. Aku hanya bisa berbisik pelan pada jam di dinding, "Jam 3 pagi, kita harus berhenti bertemu seperti ini. Pertemuan ini membunuhku."

Bagiku hal yang paling berubah dalam kehidupanku saat menginjak masa dewasa adalah pola tidur, hal ini mulai terjadi pada masa SMA. Saat aku mulai tidur hanya sekitar 6-7 jam lalu meningkat ke pola tidur hanya maksimal 4 jam sehari.

Aku mempertahankan pola tidur 4 jam sehari selama hampir 4 tahun tanpa lewat seharipun. Aku merasa hidup jauh lebih lama dan efisien serta menua lebih cepat. Waktuku terjaga lebih panjang dari kebanyakan orang karena itu aku memiliki lebih banyak aktivitas dari orang lain.

Awalnya hal ini sangat membantuku yang seperti kebanyakan manusia lainnya, bingung saat memasuki usia dewasa. Tidak semua orang dewasa secara mental, namun kita dituntut untuk bersikap dewasa pada lingkungan dan usia tertentu. Dengan sangat minim informasi tentang kedewasaan, sering kali orang "gagal" dalam bersosial. Ironisnya gejala ini semakin meningkat seiring berkembangnya teknologi informasi.

Tidur larut dan bangun awal adalah sebuah pola baru yang kebanyakan orang rasakan saat mulai memasuki dunia kerja, harus diakui seringan apapun pekerjaanmu hal ini akan menghampirimu.

Pola ini terjadi karena kita yang keluar dari rutinitas sekolah atau kuliah, kini memasuki rutinitas kerja yang biasanya memiliki durasi lebih lama. Setidaknya kali ini kita dibayar untuk melakukannya.

Ada yang bilang karena itu lebih baik memiliki industri kreatif, freelance, atau bisnis karena memiliki jam kerja lebih fleksibel. Nyatanya fleksibilitas ini sering kali lebih menyita waktu dibanding pekerjaan 9 to 5.

Baik dunia industri kreatif, freelance maupun bisnis juga sudah pernah kujalani, setiap profesi memiliki pro dan kelemahannya masing-masing. Ini sebabnya semakin bertambahnya usia jika pemahaman spiritual atau kejiwaan tidak didalami maka kebahagiaan biasanya semakin jarang dirasakan.

Bisa dilihat dari berita-berita di televisi, ataupun yang lebih dekat, lingkungan sekitar maupun lingkungan kerja kita. Mencapai kepuasan hidup justru semakin sulit ketika kita dewasa.

Jika dikatakan, "Kalau begitu bukankah menganggur akan bahagia?" Bisa dibilang iya, jika kita tidak terikat dengan "tanggung jawab orang dewasa" yang harus kita penuhi dan juga tidak mendapat tekanan dari lingkungan sosial maupun keluarga kita.

Pada dasarnya manusia memiliki ambisi, sehingga menganggur untuk waktu yang sebentar bisa dibilang liburan, tapi dalam waktu panjang justru akan menjadi depresi yang menyebabkan insomnia.

Mari kita lewati membahas soal menjadi Ibu Rumah Tangga, itu profesi yang benar-benar memakan waktu dan tenaga. Fiuh. Itu sebabnya aku tidak pernah berpikir jadi wanita ataupun iri pada wanita.

Ada masa-masa kita ingin mengeluarkan sisi lain diri kita, seringkali istilah "Immature" atau kekanak-kanakan dilemparkan jika kita melakukannya. Ini menjadi sebuah hal tabu ketika kita "dewasa".

Ketika kurenungkan, jarang seseorang menceritakan proses pendewasaannya walaupun setiap orang pasti mengalaminya, karena kebanyakan orang melewatinya tanpa mengerti atau memahaminya.

Menurutku menceritakan hal-hal yang sebenarnya kita tahu setelah dewasa itu menarik dan penting, mengingat saat kita menginjak masa dewasa kebanyakan dari kita tidak mendapatkan cukup informasi. Biasanya pada awal kita tidak merasakan perubahan apapun sampai tagihan-tagihan bulanan itu datang menyerang.

Seringkali orang menuliskan masalah-masalah "dewasa" tanpa memberikan informasi penting tentang bertahan menjadi orang "dewasa". Setelah memikirkan hal ini, aku ingin menulis lebih banyak informasi seperti itu di blog Shujinkouron.

Karena aku sendiri sering kali berpikir, "Menjadi orang dewasa itu melelahkan, aku harus mulai mencari cara untuk menjadi Unicorn."

Apakah kalian memiliki ide tentang "How to Adult" atau "Surviving Adulthood"? Bukankah itu ide menulis blog yang menarik?

Jika kalian memiliki tulisan seperti itu di blog kalian, promosikan di kolom komentar ya. :)

3 komentar:

  1. How to survive?
    entahlah Ron...
    dan postingan berikut juga entah masuk atau tidak buat pertanyaan diatas

    http://dhyna511.blogspot.co.id/2015/03/being-eldest-my-story.html

    http://dhyna511.blogspot.co.id/2015/10/in-frozen-time.html

    BalasHapus
  2. 2 tulisan yang dasyat kak Dhyna! :D

    BalasHapus
  3. mungkin itu hanya sekedar curhat Ron, saat kepala lagi panas dan mata gak bisa terpejam :D

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)