Jumat, 10 Juni 2016

Harga Sebuah Kebahagiaan

Jika kau ingin berbahagia, Berbahagialah

Saat aku menulis Bahagia dengan Metode AFL desember tahun 2014, aku menuliskan bahwa kebanyakan manusia seringkali suka menyiksa diri mereka sendiri dan tidak memberikan diri mereka kesempatan untuk berbahagia, salah satunya adalah sahabatku ini.

Dia merasa sangat sulit untuk berbahagia, dia mengatakan sudah mengizinkan dirinya untuk bahagia dan ingin berbahagia, tetapi tetap belum bisa bahagia. "Tidak ada yang membuatku bahagia" begitu keluhnya.

Jadi apa sih Harga dari sebuah kebahagiaan itu?

Setiap orang pada dasarnya ingin bahagia, ya setiap orang dan pastinya anda juga. Sayangnya kebanyakan orang berpikir bahwa keinginan untuk bahagia dan kemauan untuk bahagia itu sama. Apa yang berbeda dari kedua hal tersebut?

Ketika anda ingin bahagia, ya setiap orang juga menginginkannya. Anda mungkin sudah mengizinkan diri anda untuk bahagia juga, "Aku memberi izin diriku untuk bahagia, sekarang datanglah kebahagiaan!" Nah, disini  letak masalahnya. Seringkali keinginan itu membuat anda mencari kebahagiaan di luar diri anda sendiri, mencari faktor-faktor yang berada di luar diri. Ketika tidak ada hal yang membuat anda bahagia maka anda tidak dapat berbahagia.

"Bagaimana aku bisa bahagia? Saat ini aku sedang banyak masalah!" Ya, seringkali seseorang merasa faktor-faktor luar menghambat kebahagiaannya, baik itu masalah karir, ekonomi, hubungan atau kesehatan. Pernahkah anda melihat orang-orang yang sebenarnya mengalami masalah yang sama tetapi mereka tetap bisa berbahagia?

Mereka adalah orang-orang yang memiliki kemauan untuk berbahagia. Perbedaannya mereka mencari kebahagiaan dari dalam diri mereka sendiri, tidak bergantung pada faktor luar. Kenapa bisa demikian? karena mereka memiliki kemauan untuk bahagia.

Bagaimana caranya? Yang paling pertama anda harus lakukan adalah memilih untuk berbahagia, Ya memilih untuk bahagia. Mungki terlihat sederhana, tetapi tidak semudah itu. Apapun kondisi anda, entah itu masalah ekonomi, baru putus cinta atau sedang sakit, sekarang pilihlah untuk bahagia.

"Aku memilih untuk bahagia, terlepas apapun kondisiku saat ini." Tanamkan hal itu dipikiran anda.

Banyak orang yang berpikir memilih untuk bahagia di kondisi tertentu adalah kesalahan, "Aku seharusnya tidak bahagia dalam kondisi begini." Padahal bersedih dan murung tidak membantu menyelesaikan masalah anda atau membuat kesehatan anda membaik, sebaliknya ketika anda bahagia anda akan berkerja lebih baik dan lebih fokus, serta kesehatan juga meningkat. Pilihan yang tepat bukan?

Jangan biarkan orang lain mengendalikan kebahagiaanmu, Jagalah kebahagiaanmu baik-baik demi dirimu dan orang-orang disekitarmu. Bayangkan kamu melihat orang yang dekat denganmu, keluarga misalnya sedang berbahagia dan tersenyum ceria, bagaimana perasaanmu? Bahagia? Karena itulah kamu harus mempertahankannya. Jangan biarkan orang lain mengendalikannya dengan melukaimu, menghinamu, jangan mudah kehilangan kebahagiaanmu yang berharga karena itu, mereka terlalu berharga untuk dilepas karena hal itu!

Adalah baik jika ada orang yang membuat kita bahagia, tetapi janganlah berharap setiap orang melakukannya atau menunggu hingga orang lain membuatmu bahagia. Buatlah dirimu sendiri bahagia dan jika bisa orang lain, karena kamu tau rasanya tidak bahagia itu tidak menyenangkan bukan? Dan ketika kamu berhasil membahagiakan orang lain kamu akan menemukan dirimu juga bahagia, karena kebahagiaan itu seperti api lilin, kamu tidak bisa menyalakan lilin lainnya tanpa membakar dirimu sendiri lebih dulu.

Jadi anda tau sekarang langkah untuk bahagia, sederhana namun tidak mudah tetapi kabar baiknya Bahagia itu gratis!

Jalani kehidupanmu dengan lebih bahagia maka kamu akan membuat duniamu dan orang sekitarmu juga lebih baik. :)

Be Happy!

2 komentar:

  1. Bagaimana jika ada yang merasa takut untuk bahagia? Meskipun kebahagiaan itu sudah ada di depan mata, tapi tetap memilih untuk mengabaikannya, tidak perlu merasakannya karena ada konsekuensi yang harus dibayar setelah merasakan bahagia...
    Anggaplah semacam kutukan yang terus terjadi dalam waktu yang sudah sangat lama...
    If you smile, you will cry...

    BalasHapus
  2. Seringkali orang yang takut bahagia, kurang menyadari bahwa tiada yang kekal. Kebahagiaan tentu tidak datang untuk menetap selama, tiada pesta yang tak usai. Menikmati kebahagiaan di saat kebahagiaan datang itu penting tanpa terikat kepadanya :)

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)