Kamis, 11 Februari 2016

Friday Night Tales : Apa Kau Pernah?


Apa kau pernah melihat ke luar jendelamu dan mengamati rumah-rumah di sekitarmu hingga kau menatap salah satu jendela tetanggamu dan menemukan seseorang tengah menatapmu juga? itu terjadi padaku sekali. Beberapa jam sudah berlalu, namun aku tak bisa menghapus pikiran ini dari benakku; bahwa jika aku membuka tirai kembali maka wanita itu akan masih berada di sana. Namun akhirnya rasa penasaran mengalahkanku hingga aku akhirnya mengambil sepasan teropong tua milikku. Aku perlu meyakinkan diriku bahwa ia masih mengamatiku.

Aku membuka tirai dan di sanalah dia. Ia terus mengawasiku dari balik jendelanya. Aku mengangkat teropongku dan jantungku berdetak kencang. Entah mengapa, ia tak tampak seperti manusia. Aku tak bisa menyimpulkan apa yang membuatku berpikiran seperti itu, namun ia tak tampak ... hidup? Mata hitamnya terus terpaku ke arahku. Karena ketakutan, akhirnya aku menutup kembali tirai kamarku.

Beberapa hari berlalu dan setiap hari, aku membuka jendelaku beberapa menit dengan harapan ia takkan ada di sana, mengawasiku. Namun ia selalu ada di sana. Polanya terus berlanjut dan setelah beberapa minggu, aku akhirnya memutuskan untuk pergi ke rumah itu. Aku harus tahu apa yang tengah ia lakukan dan mengapa ia terus melihatiku seperti itu.

Jadi aku meninggalkan rumahku dan berjalan menuju ke rumah itu. Rumah tersebut amat tua dan terlihat tak terawat. Pintunya tak terkunci. Bukannya aku lancang, namun rumah ini tampaknya kosong. Aku menyelinap ke dalam dan menaiki tangga. Tak ada tanda-tanda ada yang pernah mendiami rumah ini dalam waktu yang lama. Namun aku tahu, wanita itu selalu ada di sana. Akhirnya aku tiba di kamar dimana ia sering mengawasiku. Aku membukanya perlahan.

Tubuhku terpaku dalam ketakutan ketika aku melihat sebuah figur duduk di atas sofa. Di dalam remang kegelapan kamar tersebut aku bisa melihat bahwa itu adalah sesosok mayat. Setelah berhenti cukup lama di ambang pintu, akhirnya aku memberanikan diri untuk mendekat dan membuktikan kecurigaanku.

Tak banyak yang tersisa dari wanita itu kecuali bau busuk yang menyengat, namun aku yakin itu adalah wanita yang sama dari baju dan warna rambutnya.

Aku hendak meninggalkan rumah itu dengan ketakutan dan menelepon polisi ketika aku tanpa sengaja menoleh ke arah jendela dan melihat jendela kamarku dari kejauhan.

Ia kini ada di sana, mengawasiku ...

Dari dalam jendela kamarku.

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)