Rabu, 04 November 2015

Penampilan dan Penilaian Orang Lain

Senyuman adalah jarak terdekat diantara dua orang


Menjadi pusat perhatian setiap kali keluar rumah memiliki sebuah rasa tersendiri, memiliki tubuh tinggi dan gemuk serta wajah yang jarang tersenyum membuatku lebih diperhatikan daripada wanita seksi berpakaian minim.

Sesuatu yang sangat tidak nyaman ketika fisikmu menarik perhatian begitu banyak orang. Ketika mereka menilaimu, setiap tatapan mereka terkadang bisa berbaur dengan lingkungan adalah sesuatu yang baik.

Di tahun-tahun aku masih pelit tersenyum, setiap kali Ibu yang membawa anak melihatku mereka akan menarik anaknya menjauh dariku, tatapan mereka seolah berkata "Jangan makan anakku! Makan aku saja!"

Jika aku melewati perumahan, orang yang sedang berdiri di depan rumahnya atau duduk santai akan segera berlari masuk dan mengunci pintunya.

Aku juga sering mendengar bisik-bisik perkataan buruk serta gosip yang dilancarkan orang lain hanya berdasarkan penilaian mereka terhadap fisikku.

Aku kemudian belajar untuk tersenyum dan menerima semua itu serta memaafkan perlakuan mereka. Sering orang bertanya, apakah itu membuat keadaan berubah? Pada umumnya tidak, tetapi terjadi perubahan besar untuk diriku sendiri. Aku bisa menerimanya dengan baik.

Seringkali orang juga bertanya bagaimana aku tidak peduli atau memaafkan mereka yang berbicara buruk tentangku. Sebenarnya caranya sederhana, kita hanya perlu memahami bahwa setiap manusia memiliki kelemahan dan kekurangan dan melihatnya seperti itu.

Mereka yang menilaiku, bergosip, atau memusuhiku tanpa alasan yang jelas mungkin adalah orang-orang yang diperlakukan sama oleh orang lain dan bingung harus bagaimana selain ikut melakukan hal tersebut.

Mungkin mereka kehilangan orang yang mereka cintai dan berusaha mencari jalan untuk merasa lebih baik. Bisa jadi mereka sedang patah hati, memiliki masa kecil yang buruk atau tumbuh dilingkungan yang tidak baik atau mereka hanya lupa sarapan, banyak orang yang rese kalau lagi lapar makanya selalu sedia snicker!

Apapun alasannya, cobalah pahami mereka dan memaafkan. Menjadi lebih baik, lebih menyayangi dan memaafkan demi kebaikan kita sendiri, perlahan tapi pasti dunia akan menjadi tempat yang lebih baik untuk ditinggali.



4 komentar:

  1. "Jika aku melewati perumahan, orang yang sedang berdiri di depan rumahnya atau duduk santai akan segera berlari masuk dan mengunci pintunya."

    Hah?

    BalasHapus
  2. Wah, gw jadi penasaran sama mukanya Ron kaya gimana. Selama ini masih misterius! Coba post donk sekali-kali =P

    BalasHapus
  3. Seperti istilah "Don't judge book by its cover." Kita jangan hanya melihat seseorang dari penampilannya saja.

    BalasHapus
  4. @Dhyna : Mungkin dikira Debt Collector Kak, hehe

    @Stef : Kalau momentnya pas nanti dipost :p

    @Pramita : Iya, tapi seringkali sudah menjadi kebiasaan seperti itu.

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)