Jumat, 20 November 2015

My Stupid Friend - Soal Keyakinan

Keyakinan itu butuh proses yang tidak biasa


Pada salah satu malam minggu, aku menjemput Ryu di rumahnya untuk pergi berkumpul bersama teman yang lain. Saat itu pikun akutnya kumat.

Ron : "Apa lagi yang kau tunggu? Ayo?"
Ryu : *memasukan charger ke kantong* "Eh, aku udah bawa charger belum ya?"
Ron : "Bukannya barusan kau masukan ke kantong celanamu?"
Ryu : "Kau yakin?"
Ron : "Iya, barusan itu."
Ryu : "Kau benar-benar yakin nggak?"
Ron : "Iya, kau cek sendiri saja."
Ryu : "Coba sini kau pegang kantong ini, memang charger bukan?"
Ron : "Lah? Kenapa jadi aku yang pegang?"
Ryu : "Udah pegang aja, nanti kita telat nih."
Ron : *sigh* "Ya udah sini." *Memegang kantong celana Ryu* "Itu sudah, memang charger."
Ryu : "Kau benar-benar yakin nggak?"
Ron : *grr* *menangkap tangannya dan membuatnya memegang sendiri* "Tuh, Charger kan?"
Ryu : "Ah, iya. Coba daritadi begini."
Ron : "Argh! Sudahlah ayo naik."

Beberapa saat setelah diatas motor.

Ryu : "Eh, tadi kau yakin itu charger kan?"
Ron : "Ya Tuhan, iya. Kenapa lagi?"
Ryu : "Gimana kalau rasanya aja yang seperti charger tapi bukan?"
Ron : "Ya udah kau keluarin dari kantong, kau lihat itu charger bukan."
Ryu : "Lagi di jalan begini mana bisa?"
Ron : "Ya sudah, aku menepi sebentar"

Akupun menghentikan motor di tepi jalan.

Ryu : "Lho? Ngapain kau berhenti? Kita nanti telat."
Ron : "Arghh!"

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)