Selasa, 17 November 2015

My (Not So) Lovely Travel

Daripada memikirkan garis finish lebih baik menikmati perjalananmu


Aku kembali! Sebenarnya sudah beberapa hari yang lalu aku bisa mengakses kembali laptopku tetapi karena terserang flu maka aku menunda hingga hari ini.

Di tulisan sebelumnya aku sudah menuliskan bahwa aku berlibur, selain berlibur aku juga sekaligus pindah rumah. Kini aku menetap di Sumatera Utara, Medan dan Kisaran seacara bergantian. Hal itu akan kuceritakan lebih detail nanti, yang ingin kuceritakan adalah perjalanku hingga sampai di Kisaran.

Setelah cukup lama tidak berpergian, sesungguhnya aku sedikit bersemangat dalam perjalanan ini apalagi perjalanan ini akan mencakup tiga pulau di Indonesia yaitu Kalimantan, Jawa dan Sumatera. Ya, akan lebih menyenangkan jika barang bawaan tidak seberat 70kg. Aku masih ngeri membayangkan membawa semua buku milikku yang beratnya 240kg-an itu.

Awal perjalanan dimulai Sabtu, 7 November 2015. Aku sengaja memesan penerbangan pertama di pagi hari agar bisa segera sampai siang harinya di Jakarta. Rute perjalananku adalah Ketapang - Pontianak - Jakarta.

Aku berangkat bersama Ayah dan Adikku. Kami bangun jam 5 pagi untuk bersiap-siap dan tiba di Bandara Rahadi Oesman jam 6 pagi, seperti biasa Bandara belum buka. Kami duduk menunggu sampai bisa check-in dan memasukan bagasi, semua berjalan lancar sampai saat ini walaupun harus membayar beban kelebihan bagasi 30kg senilai lebih dari Rp. 300ribu.

Masa depan memang tidak pasti, seperti bunyi Hukum Murphy, jika sesuatu bisa salah pasti akan salah. Perasaanku mulai tidak enak saat melihat beberapa wajah yang familiar, wajah yang sudah lama tidak kutemui.

Aku menjauh untuk menghindari situasi canggung yang tidak nyaman tetapi jika memang sudah nasib maka kitapun hanya bisa menerimanya. Ketika kami naik ke pesawat, aku mendapat tempat duduk di sebelah wanita yang pernah menjadi calon mertuaku. Awalnya dia sempat tidak mengenaliku karena lamanya kami tak bertemu tetapi dengan cepat dia menyadari karena melihat adik dan ayahku. Jadilah perjalanan 40 menit dengan Kal-Star Aviation itu menjadi moment nostalgia penuh perasaan.

Aku terus tersenyum selama diatas udara, menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tiada hentinya sampai tulang pipiku sakit, mungkin ini yang dirasakan para Eccedentiast. Perjalanku ke Pontianak sekaligus menjadi perjalananku ke masa lalu.

Bersambung...

2 komentar:

  1. Wah duduk sebelahan sama mantan calon mertua di pesawat... Ackward banget tuh. Hahahaha

    BalasHapus
  2. @Stef :

    "Kamu ingat ga suka bawain Tante martabak manis?"
    "Kamu ingat udah sampai panggil Tante sebagai Mama?"
    "Kamu ingat, Kamu ingat, Kamu ingat..."

    Argh! Rasanya mau buka jendela terus loncat, huhu

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)