Jumat, 27 November 2015

Kehidupan Seorang Pluviophile

Sebagian orang merasakan hujan, sementara yang lainnya hanya menjadi basah


Jika kalian adalah pembaca tetapku, tentu sudah tidak asing dengan kata Pluviophile yang juga tersemat di biodataku.

Bagi yang belum tahu, Pluviophile adalah sebutan untuk orang yang mencintai hujan. Lebih lengkapnya bisa dibaca pada tulisan Pluviophile Kaum Pencinta Hujan.

Jika ditanya sejak kapan aku mulai menjadi seorang Pluviophile maka aku juga tidak bisa menjawab kapan pastinya, hanya saja dulu aku adalah anak matahari. Aku sangat suka cuaca cerah terlepas dari teriknya hari.

Aku bisa mengingat yang paling lama aku pernah merasakan momen hujan adalah waktu sepulang sekolah saat aku duduk di bangku kelas 9. Saat itu adalah tahun dengan kemarau panjang yang buruk. Langit hari itu mendung, semua orang berteriak girang di dalam kelas.

Ketika bel pulang berbunyi pada saat yang sama hujan turun dengan begitu derasnya, menyapu kemarau. Sebagian besar murid bersorak gembira, tentu saja mereka tidak tahu hujan itu tidak akan berhenti untuk 5 hari berikutnya.

Aku berdiri berteduh, aku mengulurkan kedua tanganku agar terkena air hujan yang jatuh dengan derasnya. Aku mencium aroma tanah yang terkena air hujan setelah sekian lama, yang kutahu berikutnya aku sudah menari di bawah hujan. Itu salah satu momen berharga dalam hidupku. 

Aku juga mengingat malam-malam saat hujan membantu mengobati insomniaku. Hujan membuat suasana menjadi lebih dingin dan nyaman, serta suara tetesan air di atap rumah seperti nada musik yang mengiringku menuju tidur yang dalam.

Ada masa dimana ketika kemarau panjang seperti tahun ini juga, ditambah dengan kabut membuatku rindu dengan hujan. Lebih tepatnya membutuhkan hujan.

Sebuah pengalaman saat aku duduk di cafe menunggu temanku datang, aku memakai headset. Semua orang memperhatikanku, melihatku begitu nyaman dengan musik yang kumainkan. Ketika temanku datang dia juga penasaran dengan apa yang kudengarkan. Dia mengambil handphoneku dan tidak sengaja kabel headset terlepas. Langsung terdengar suara hujan lebat dari handphoneku.

Mendengar itu, beberapa mata memahami kondisiku, sementara beberapa lainnya memandang dengan bingung, tetapi itulah cara mengobati rasa rindu.

Suara hujan juga membantu mengobati kesulitan tidur, membuatmu rileks dan nyaman. Aku mengunduh aplikasi bernama Rain Sounds dari Google Playstore dan menurutku sangat bagus.

Malam ini sedang hujan lebat, hujan dimulai sejak sore hari aku berniat menulis ini pada sore hari namun aku lebih memilih menikmati hujan ini. Merasakan tetesan airnya dan menikmati momen kenyamanan itu.

Bagaimana dengan kalian? Juga pernah merasakan pengalaman yang sama?

3 komentar:

  1. Hujan juga seperti pelukan saat hati sedang ruwet Ron...

    BalasHapus
  2. aku setuju dengan apa yang kamu tulis, karena aku juga
    seorang pencinta hujan :)

    BalasHapus
  3. Ya.. hujan selalu menyanyikan lagu kerinduan...

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)