Minggu, 29 November 2015

Anhedonia Ketika Semuanya Menjadi Hampa

Tidak ada yang kekal, semua selalu berubah


Guru Spiritualku pernah mengatakan padaku, selama aku masih hidup secara duniawi maka sepandai apapun aku menjaga kebahagiaan, akan ada saat kebahagiaan itu pergi untuk sementara waktu.

Setelah bertahun-tahun tidak terjadi padaku, akhirnya saat itu kembali datang. Kalian juga mungkin pernah merasakannya, ketika rasanya melakukan apapun sepertinya membosankan dan kalian tidak bisa menikmatinya. Hal-hal yang dulu membuat kalian bersemangat sekarang menjadi biasa saja.

Hal itu dikenal dengan istilah Anhedonia.

Berbeda dengan orang kebanyakan yang mengalami Anhedonia biasanya hanya 1 sampai 2 hari, paling parah seminggu. Jika aku mengalami Anhedonia, itu setidaknya akan berlangsung paling sedikit 2 minggu. Bisa dilihat dari blog ini yang tidak begitu banyak tulisan bulan ini.

Selain itu ada efek samping yang kualami, walaupun moment Anhedoniaku telah berlalu akan ada beberapa hal yang sangat kusuka menjadi terasa hampa setelahnya.

Beberapa hari yang lalu saat melihat klip musik Avril Lavigne di televisi, aku mengingat bahwa dulu dia adalah penyanyi favoritku. Musiknya selalu kuputar setiap hari. Aku menyukainya sekitar tahun 2003, saat itu belum banyak yang menyukai musiknya. Lagu terakhir yang kudengar darinya adalah What the Hell sekitar akhir tahun 2010. Aku yakin 7 tahun bukan waktu yang sedikit tetapi perasaan itu hilang begitu saja, seolah aku hanya menjadi fansnya selama 2-3 hari.

Hal serupa juga terjadi dengan hobiku bermain sulap, bermain sepatu roda dan bermain basket. 

Kusadari ada sebagian orang juga mengalami efek samping ini, hal yang dulunya membuat kita bahagia, hal-hal yang menyenangkan untuk kita tiba-tiba menjadi hampa dan tidak berarti. Yakinlah, kamu bukan satu-satunya.

Sisi baiknya kita menjadi memiliki keinginan untuk mencari hal-hal baru yang membuat kita bahagia, dalam proses tersebut seringkali kita mendapat banyak wawasan baru.

Setelah mengalami beberapa kali Anhedonia, aku melihatnya sebagai sebuah pintu baru menuju kehidupan yang lebih baik dan menyenangkan. Diibaratkan itu tanda untuk kita mengupgrade OS kita.

Habis gelap terbitlah terang, untuk melihat pelangi kita butuh sedikit hujan, berlian yang baik membutuhkan api yang sangat panas. Begitulah kehidupan kita, Bagaimana pengalamanmu?

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)