Sabtu, 17 Oktober 2015

Tiga Hari 72 Jam



Setiap manusia pada umumnya memiliki masalah yang sama, ketika hidup sepertinya tidak ada masalah manusia akan memikirkan dua hal, ikatannya dengan memori masa lampau dan ketakutannya akan masa depan.

Masa depan yang tidak pasti seringkali membuat manusia khawatir, mereka yang berusaha keras dalam hidupnya baik dalam menempuh pendidikan maupun pekerjaan biasanya terdorong oleh rasa takut itu. Yang mana membuat sebagian besar dari kita, tidak bahagia.

Jika kita banyak membaca buku atau menjalani dunia spiritual, kita akan banyak menemukan kalimat dan nasihat tentang pentingnya hidup di saat ini. Mampu hidup di saat ini adalah berkah, mampu hidup di saat ini adalah kunci kebahagiaan. Seperti kata Master Oogway dalam film Kung Fu Panda, Kemarin adalah sejarah, Esok adalah Misteri sedangkan Hari ini adalah Hadiah.

Dalam bahasa latin kita mengenal carpe diem, quam minimum credula postero yang artinya petiklah hari, letakan sedikit kepercayaan pada hari esok. 

Jika kita mendengar istilah hiduplah seperti tiada hari esok, seringkali yang kita nilai adalah sisi negatifnya, karena sejak kecil kita diajarkan menabung dan menyiapkan masa depan dan jangan hidup dengan sembrono.

Secara spiritualis maksud hidup di saat ini seolah tiada hari esok sebenarnya mengacu pada hidup seutuhnya. Ketika kita melakukan sesuatu lakukan dengan sebaik mungkin agar tidak menyesalinya. Hidup fokus pada hari ini dan hasilkan karya hari ini.

Walt Disney pernah mengatakan, "Apapun yang kamu lakukan, lakukan dengan baik. Lakukan dengan sangat baik sampai orang yang melihatnya akan kembali lagi untuk melihatnya dan membawa orang lain untuk melihat betapa baiknya kamu melakukannya."

Di tahun 2010, saat aku menjalani perjalanan spiritualku, Guruku menyadari bahwa aku memiliki begitu banyak kekhawatiran akan masa depan, terutama mereka masih yang masih beberapa tahun lagi. Terbukti 5 tahun kemudian, hal-hal yang kutakutkan tidak terjadi.

Guruku menjelaskan, seseorang takut tidak berhasil melakukan ini dan itu, takut akan seperti ini dan itu karena menilai dirinya tidak mampu mencapainya 10 tahun lagi atau 1 tahun lagi tanpa menyadari betapa banyak perubahan yang bisa terjadi dalam setahun bahkan tiga hari. Fokus pada yang kamu bisa lakukan pada hari ini dan kembangkan diri secara maksimal.

Hal itu tentu tidak mudah, Guruku kemudian menanyakan sebuah pertanyaan, pertanyaan yang telah merubah hidup banyak orang, termasuk diriku.

"Bayangkan, Jika hidupmu tersisa 72 jam, 3 hari. Tidak ada yang bisa kamu lakukan untuk merubah hal tersebut, tetapi kamu memiliki kondisi tubuhmu sekarang selama 3 hari tersebut. Apa yang akan kamu lakukan?"

Jika kita hanya menangapinya dengan biasa memang sepertinya hal yang biasa tetapi jika kita benar-benar memikirkannya, kita akan menyadari betapa banyak hal yang kita inginkan dan tidak dapat kita lakukan semuanya dalam tiga hari. Kita akan mulai menyusun prioritas, hal terpenting apa yang harus kita lakukan.

Jika kita pikirkan dengan baik, kita akan sadar apa yang benar-benar ingin kita lakukan sebelum kita mati. Apa yang benar-benar berarti setelah kita mati dan apa yang bisa kita tinggalkan dan betapa singkatnya 3 hari untuk melakukan semua itu.

Aku berpikir dan merenung, semua prioritas teratasku tidak bisa kulakukan dalam tiga hari. Hanya ada dua hal yang benar-benar penting yang bisa kulakukan dengan waktu tiga hari, Yang pertama adalah menulis, menulis semua tentang diriku dan apa yang kutahu sebanyak mungkin dalam tiga hari untuk orang-orang yang kusayangi, dengan begitu aku tetap bisa ada untuk mereka walau terbatas, dan kedua aku hanya ingin bersama pasanganku, membuatnya terus bahagia bersamaku selama waktuku yang tersisa.

Aku ingin melakukan banyak hal indah bersamanya dalam tiga hari itu, makan es krim bersama, mengendongnya sambil berjalan menyusuri pantai, bersamanya memandangi langit malam penuh bintang, hal-hal yang indah.

Ketika aku mulai hidup di saat ini, aku mulai menyadari bahwa Small things matter, hal-hal kecil, perbuatan-perbuatan kecil dan perubahan-perubahan kecil dalam satu hari berdampak besar dalam kehidupan jika kita lakukan dengan baik, dengan sepenuh hati. Hal itu mengantarkanku membuat blog ini 4 tahun kemudian, menjalani hal-hal luar biasa selama 5 tahun terakhir. Sehingga jika waktuku memang tersisa 72 jam, aku telah siap sejak lama.

Aku akan menutup mataku sambil tersenyum dan berkata, "Ambil aku, aku siap."

Bagaimana dengan kalian? Apa yang kalian lakukan jika hidup tersisa 72 jam?

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)