Jumat, 02 Oktober 2015

Koin Elektrum dan Sejarah Uang







Manusia melakukan proses jual-beli pertama kali dengan sistem uang barang atau barter kemudian beralih ke emas dan perak, lalu dibentuklah pengkoinan uang logam yaitu kepingan yang diberi cetakan gambar.

Koin Elektrum adalah yang pertama di dunia, pada awal abad ke-7 SM, di daerah Anatolia yang sekarang merupakan negara Turki, dulunya terdapat koin kerajaan Lydia. Koin ini terbuat dari elektrum yaitu campuran perak dan emas dan bentuknya hanya seperti biji buncis. Pada awalnya tidak ada haga, standar ukuran dan beratpun tidak ada, tetapi setelah itu terdapat standarisasi berat dan keaslian dari koin serta pembedaan nilai berdasarkan gambar yang dicetak.

Dari koin inilah pada abad ke-6 SM, uang koin barat zaman kuno berkembang dengan sangat banyak macamnya. Pada awalnya banyak pola gambar seperti hewan suci dan para dewa yang dicetak di uang koin tetapi kemudian mulai muncul gambar wajah dari para raja. Sampai sekarang pola yang terdapat di uang rata-rata merupakan tokoh terkenal.

Beberapa contoh uang koin zaman barat kuno adalah Koin Croseus, uang koin bergambar Croseus Raja terakhir Lydia di Yunani yang kemudian digunakan di Asia Minor. Uang koin Yunani Kuno yang bergambar burung hantu atau dewa dalam mitologi Yunani dan terdapat juga gambar pohon zaitun.

Uang Koin Darius dari gambar Darius yang berasal dari Kerajaan Persia pada abad pertama. Uang ini beredar dari Asia Tengah sampai Afrika. Uang Koin Alexandros, bergambar wajah Raja Agung Kerjaaan Macedonia yaitu Alexander, uang ini kemudian beredar ke seluruh wilayah jajahannya.

Pada abad ke-3 SM di Roma mulai dibuat koin perunggu karena perunggu dianggap lebih penting dari perak tetapi beberapa waktu kemudian karena kebutuhan uang saat perang maka uang perak kembali dibuat.

Sekitar Abad Pertama Masehi, setelah Kaisar Augustus memberlakukan sistem mata uang, setiap kaisar mulai mencetak wajahnya di uang koin dan pada tahun 312, Kaisar Konstantinus menciptakan uang dengan kemurnian 98%.

Kaisar Konstantinus menciptakan sistem uang yang dibuat dari emas dan terdapat gambar wajahnya. Hal ini membuat nilai uang emas menjadi pusat sistem standar satuan mata uang dan uang emas Bezant merupakan mata uang yang paling lama digunakan.

Setelah membaca ini mungkin kalian bertanya, jika demikian kenapa China dianggap sebagai negara yang menemukan sistem keuangan lebih dahulu?

Sebenarnya memang bisa dibilang demikian karena China menggunakan kerang sebagai uang pada abad ke-16 SM, bukan sembarang kerang digunakan tetapi hanya kerang Jianphae. Pada abad ke-7 SM saat koin elektrum muncul, China masih menggunakan sistem tukar yang disebut Pheojon, berbentuk seperti alat bajakan sawah. Dulu uang logam ini dibuat dari perunggu atau tembaga.

Itu sebabnya China juga disebut asal mula uang logam hanya saja tidak berbentuk koin, ada juga Deojon yang berbentk seperti pisau dan terbuat dari perunggu.

Uang Koin baru muncul di China pada tahun 221 SM pada masa Dinasti Qin. Uang China kuno disebut Koin Ban Liang karena Kaisar Qin melarang penggunaan Deojon dan Pheojon lalu membuat uang berbentuk bulat dan di tengahnya terdapat lubang persegi. Koin Ban Liang menjadi dasar pembuatan uang dengan bahan dasar kuningan dalam pembuatan uang timur.

Pada tahun 118 SM di suatu negara yang tidak diketahui namanya telah membuat uang yang bentuknya mirip dengan koin Ban Liang, berat dan ukuran uang ini menjadi standar uang di negara China sampai meluas ke Asia Timur, inilah Koin Wu Zhu.

Pada tahun 621 pada kekuasaan Dinasti Tang dibuat koin perubahan dan uang ini paling lama digunakan di daerah timur. Beratnya satu nyang (37,5gram) dan bertahan lebih lama dari uang Bezant, Koin Perubahan digunakan selama kurang lebih 1400 tahun.

Di Asia Uang Kertas mulai digunakan sekitar abad ke-13 Dinasti Ming di China dengan ukuran 33,8cm x 22cm.

Indonesia sendiri memakai uang kertas pada masa pendudukan Belanda pada tahun 1827, mata uangnya Gulden dan ditangani oleh Dejavasche Bank (BI).

Indonesia baru mencetak uang sendiri setelah merdeka, saat itu namanya belum rupiah tetapi Oeang Repoeblik Indonesia atau ORI.

ORI yang dikeluarkan pemerintah juga dimaksudkan untuk mencegah perkembangan mata uang NICA pada tanggal 26 Oktober 1946. Dan sejak saat itu ketiga mata uang yang dulu ada dinyatakan sudah tidak berlaku lagi, sehingga sejarah uang hanya ada dua mata uang saat itu. Ternyata kebijakan ini kemudian di dukung oleh rakyat.

ORI saat itu memiliki nilai 1 Sen, 5 Sen, 10 Sen, 1/2 rupiah, 1 Rupiah, 5 Rupiah, 10 Rupiah, 100 Rupiah dengan tahun cetak 1945. Kemudian dicetak kembali tahun 1947, 5 rupiah, 25 rupiah, 100 rupiah, 1/2 rupiah, 2 1/2 rupiah.

Setelah perjanjian damai yang dinegosiasikan di Den Haag tahun 1949, ORI (Embel embel sen) ditarik dari peredaran untuk digantikan dengan uang yang diakui secara internasional yaitu rupiah Indonesia.

Negara barat sendiri mulai mengenal uang kertas saat abad ke-16 itupun masih berupa sertifikat untuk menitipkan dan mengambil emas, perak atau barang lain, karena kemudahan dalam bertraksaksi serta ringan dan mudah di produksi maka negara barat mulai serius menggunakan uang kertas di abad ke-18.  Sekarang setiap negara membuat berbagai jenis uang kertas dan menggunakannya.

Setiap negara di dunia memiliki uang yang mereka gunakan di negara mereka, bagi negara yang belum memiliki mata uang sendiri akan meminjam mata uang negara lain untuk digunakan di negaranya. Nama mata uang setiap negara juga berbeda, jika di Indonesia kita mengenal Rupiah, Di Amerika ada Dollar, Negara Eropa menggunakan Euro, Jepang menggunakan Yen, Korea menggunakan Won dan China menggunakan Yuan.

Uang kertas sekarang dikenal sebagai Uang tanda atau Token Money, jika uang zaman dulu dinilai dari nilai bahan pembuatnya, di zaman sekarang biaya pembuatan uang lebih rendah dari nilai uang tersebut misalnya untuk mencetak uang Rp 100.000 hanya dibutuhkan Rp 2.000


0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)