Sabtu, 04 Juli 2015

Murphy's Law - Hukum Murphy

If Anything can goes wrongs, It will
- Murphy's Law

Murphy's Law atau dikenal sebagai Hukum Murphy di Indonesia mungkin termasuk hal yang cukup asing, sebelumnya pun teori ini cukup lama terlupakan sampai populernya film Interstellar.

Interstellar sendiri sebenarnya tidak membahas tentang Hukum Murphy tetapi banyak yang mengaitkan alur ceritanya dengan Hukum Murphy. Sebenarnya apa sih Hukum Murphy itu?

Hukum Murphy sebenarnya sangat sederhana dan pendek, If Anything can goes wrongs, It will jika diterjemahkan Jika sesuatu dapat menjadi salah, dia akan salah.
Aku mengenal hukum ini sendiri saat duduk di bangku sekolah. Ketika aku melakukan sebuah kesalahan dalam kegiatan organisasi sekolah, aku menjadi depresi. Itu pekerjaan pertama yang berjalan buruk selama aku berorganisasi.
 
Guru pembinaku kemudian mengatakan sesuatu yang nantinya kuketahui bernama Hukum Murphy, Jika sesuatu bisa salah, maka dia akan salah. Jangan terlalu depresi terhadap kesalahanmu.

Hukum Murphy ( Murphy’s Law ) memang tidak serupa dengan Hukum Archimedes atau Hukum Pythagoras misalnya. Dia tidak membutuhkan pembuktian empiris untuk mendukungnya. Namun akurasinya tak perlu diragukan lagi. Dan jika rumus Hukum-hukum ilmu fisika atau mekanika itu bisa membuat kening kita berkerut, maka Hukum yang satu ini justru membuat kita tertawa bahkan kadangkala menertawakan diri kita sendiri.
 
Bagaimana awalnya muncul Hukum ini? 
 
Edward A. Murphy, Jr adalah seorang teknisi yang bekerja di Angkatan Udara Amerika. Tahun 1949 mereka melakukan eksperimen untuk meneliti toleransi manusia terhadap akselerasi (percepatan). Dalam eksperimen ini mereka memasang 16 akselerometer ke berbagai bagian tubuh subjek. Ada dua cara untuk memasang sensor ini dan seseorang memasang setiap sensor itu terbalik !

Di sinilah pertama kalinya Murphy menyebutkan kalimatnya yang kemudian jadi terkenal sebagai ‘Murphy’s Law’

“If there are two or more ways to do something, and one of those ways can result in a catastrophe, then someone will do it.” 

Jika ada dua atau lebih cara untuk melakukan sesuatu dan salah satunya bisa menyebabkan katastropi (bencana), maka seseorang akan melakukannya.

Murphy’s Law sering diartikan, singkatnya dengan : Anything that can go wrong, will go wrong.

Sesuatu yang ada kemungkinan jadi buruk, akan jadi buruk.

Hukum-hukum Murphy yang dilontarkan oleh Edward Murphy yang intinya:
  1. Jika ada yang sesuatu yang berpotensi salah, maka hal itu akan menjadi salah
  2. Semuanya memakan waktu lebih lama dari seharusnya
  3. Tidak ada yang sesederhana yang terlihat
 Beberapa kasus Hukum Murphy adalah :

– Ingin menghindari macet justru terjebak macet
– Kunci selalu ada di meja, tapi ketika dibutuhkan kunci tidak ada dimana-mana
– Teman saat tidak dicari sering ketemu, saat dicari malah sulit cari ketemunya
– Saat kenyang banyak makanan, tapi jika sedang lapar malah tidak ada makanan

Kita lihat dari pengalaman sehari-hari. Anda sedang tergesa-gesa hendak membuka pintu gudang yang terkunci. Di tangan anda ada segepok anak kunci yang tidak diberi tanda. Berarti anda harus mencoba satu per satu anak kunci itu. Dan lihatlah anak kunci yang pas untuk membuka pintu itu justru anak kunci yang terakhir dari 10 kunci yang anda coba. Mengapa bukan anak kunci yang kedua atau ketiga, protes anda dalam hati. Inilah yang disebut Murphy’s Law.

Atau yang lain ini. Anda mencari peniti untuk mengikat kaitan celana yang putus kancingnya. Semua laci dan sudut-sudut lemari sudah anda telusuri namun tetap tidak ketemu. Padahal sehari-hari pada saat anda tidak membutuhkan peniti-peniti itu selalu anda lihat. Jadi bunyi Hukum Murphynya : semakin dicari sesuatu barang, semakin tidak ketemu barang itu.

Ada rumus lain lagi di bidang perlalu-lintasan. ” Kalau anda sedang terburu-buru semua lampu lalu-lintas berwarna merah, kalau anda tidak terburu semua lampu berwarna hijau”

Dan mengenai kendaraan : ” Berapapun panjangnya masa garansi kendaraan anda, pada hari garansi mobil anda habis, mobil anda akan mogok”

Atau dejavu berikut ini : begitu anda selesai mencuci mobil hujanpun turun. Padahal berhari-hari anda tidak mencuci mobil cuaca panas terik. Jadi Hukum Murphy nya berbunyi :
Mencuci mobil identik dengan ritual tarian hujan orang Indian yang memanggil dewa hujan.
Dan yang ini : ”Ban mobil akan kempes pada saat anda tidak membawa ban serep”

Hukum Murphy ini memang mencakup segala aspek kehidupan manusia dan kadang-kadang disertai pula dengan simbol-simbol matematika. Coba kita lihat salah satu ’rumus’ yang berbicara tentang kecantikan wanita.

”Cantik dari jauh = Jauh dari cantik.”

Atau rumusan mengenai anak balita : ”Intensitas ngambeknya (tantrum) berbanding lurus dengan jumlah orang yang menontonnya” dan satu lainnya : ” Kalau kita mau menggendongnya, dia minta jalan. Kalau kita mengajak dia jalan, dia minta digendong”

Ada pula yang bergaya ilmu statistik seperti : ”Semakin seksi seorang pria semakin tinggi probabilitasnya dia seorang gay”

Dan bicara soal seks : ” Jangan bercinta di halaman belakang, cinta memang buta, tetapi tetanggamu tidak”

Dan untuk penutup Hukum Murphy ini kita simak salah satu dalam bahasa Inggris:

Kids in cars cause accidents
Accidents in cars cause kids.
Jadi mengapa Murphy’s Law ini begitu terkenal ? Apa yang dibuktikannya ? Apa yang diterangkannya ? Sepertinya tidak ada apa-apa kecuali bahwa pada banyak kesempatan kita bertindak bodoh dan ada banyak hal yang terjadi di luar kontrol kita. Apa yang kita lakukan adalah pilihan kita sendiri. Walau kita telah berusaha untuk memilih secara bijaksana, tapi ada kuasa di atas kita, yang tidak dapat kita kontrol. Bahkan kadang, pilihan kita membawa akibat yang fatal.

Pengarang Rudyard Kipling dalam bukunya ‘The Jungle Book‘ mengatakan, kalau kita menjatuhkan selembar roti yang telah dioles mentega, seringnya yang jatuh menempel ke lantai justru adalah bagian yang telah diolesi mentega. Bila kita pikirkan secara ilmu fisika, tentu ini bisa terjadi karena bagian bermentega lebih berat dan bagian yang lebih berat akan lebih tertarik oleh gravitasi bumi.

Jadi setiap orang pasti pernah mengalami Hukum Murphy.

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)