Jumat, 22 Mei 2015

Setiap Pria punya Mainan

Karena Pria butuh Mainan dalam Hidupnya


Tulisan kali ini sebenarnya berhubungan dengan tulisan sebelumnya. Ketika saya bertanya kepada beberapa wanita yang saya kenal, ingin tau apa sih soal pria? Ada pertanyaan yang sama, Kenapa ada pria yang sudah berumur tetapi masih hobi punya mainan? Aku akan meralatnya disini, setiap pria pasti punya mainan lho.

Menurut aturan pria nomor 137, Pria selalu punya mainan. Itu artinya sejak kecil hingga mati, setiap pria pasti memiliki mainan. Bedanya tidak selalu mainan itu sama.

Sejak kecil mainan selalu berhasil membuat anak-anak pria lebih tenang dari biasanya, mereka bisa duduk di satu ruangan berjam-jam hanya untuk bermain dengan mainannya. Mainan juga seringkali jadi ajang gengsi di sekolahan, makin canggih atau mahal makin bangga deh. Beda sama anak sekarang yang rata-rata main gadget ya.

Seiring bertambahnya usia tentu mainan yang dimiliki seseorang bisa berubah, Bisa jadi mainannya itu motor, mobil sport atau action figure. Perubahan mainan seorang pria juga kadang bisa sangat mengejutkan lho.

Misalnya teman sekolahku dulu, dia hobinya main boneka barbie jadilah dia menjadi bahan olok-olok oleh beberapa anak sekolah yang lain. Aku ingat ada satu anak yang suka bermain dengan mainan Ultraman sangat sering menghinanya secara berlebihan. Lima belas tahun kemudian, si anak ini akhirnya masih tetap main Barbie, bedanya kini Barbienya hidup. Sementara yang Ultraman, masih main ultraman juga, you know lah.

Mainan juga sering kali mempengaruhi karir hingga karakter seorang pria. Kamu bisa lihat karakter anak band, anak komputer sama anak laboratorium itu memiliki karakter yang tidak jauh berbeda di dalam kelompoknya. Sayangnya orang tua dulu, hingga sekarang kurang memperhatikan hal tersebut.

Kita ambil contoh diriku, sejak kecil aku selalu disuruh bercita-cita menjadi arsitek, yang entah apa itu kerjanya aku tidak tau sampai usia sekitar 11 tahun. Ketika bermain pasir saja hanya bisa membuat gunungan pasir yang tidak simetris kok jadi arsitek. Walau kini aku memahami desain Interior dan Eksterior serta Fengshui dan Hongshui bangunan, aku tidak menampaki jejak seorang arsitek.

Mainanku ini bisa dibilang berbeda dengan orang kebanyakan, sejak kecil mainanku ini orang. Ya, orang kalian tidak salah baca. Aku lebih suka bermain dengan anak lain, dan hal itu tidak berubah hingga aku dewasa. Aku sangat tertarik dengan manusia, terutama karakter dan psikologinya.

Wanita lebih baik meneliti dulu mainan apa yang biasanya dimainkan pria yang dia incar atau yang mendekatinya. Sebenarnya banyak cara untuk mengetahui karakter pria itu lewat mainannya. Hati-hati pada pria yang tidak punya mainan, bisa-bisa kamu yang jadi mainannya.

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)