Jumat, 15 Mei 2015

Bernyanyi dan Kehidupan

Hidup seperti musik, memiliki bermacam cerita, beragam nada.
Indah atau tidaknya, tergantung dari pemainnya.


Aku termasuk orang yang menyukai musik, dan juga bernyanyi. Pada awalnya aku tidak mendengarkan musik, tidak ada musik yang pas di hatiku. Hingga suatu hari aku mendengarkan lagu-lagu yang memiliki alunan nada indah yang menyentuh hatiku.

Meskipun bukan penyanyi profesional, dan pernah dibilang tidak memiliki bakat menyanyi sama sekali oleh Guru Kesenian selama sekolah, aku tetap memiliki jam terbang yang sangat tinggi dalam bernyanyi. Ya, biasanya kulakukan di kamar mandi.

Jam terbang yang tinggi tersebut membuatku jadi penyanyi berpengalaman tanpa perubahan kemampuan yang berarti. Ini bukan hobi apalagi bakat, hanya sebuah cara untuk lari dari kenyataan.



Seperti anak-anak muda pada umumnya, Aku juga memiliki masa dimana masalah yang sebenarnya kecil terlihat besar. Dimana ledakan emosi muda kadang mengambil alih rasionalitas kita, perasaan sedih, kesepian dan hampa.

Saat seperti itulah aku bernyanyi, mengekspresikan diri. Kemudian aku menyadari bahwa suaraku lebih buruk dari masalahku, itu selalu membuatku tersenyum kembali.

Ada masa dimana sesuatu tidak dapat kita ceritakan kepada orang lain, saat dimana kita harus menjadi lebih kuat dengan menghadapinya sendiri. Saat itulah kita harus memiliki cara untuk menenangkan gejolak emosi kita, dan aku memilih melakukannya dengan bernyanyi.





Di saat ini, aku tidak hanya bernyanyi ketika sendiri. Seringkali aku bernyanyi saat bersama orang lain, mereka sering bertanya lagu apa yang kunyanyikan dan apa nadanya?

Berbeda dengan penyanyi lain, aku bernyanyi dengan satu nama yaitu Do, hanya kuncinya saja yang terus berubah dari A sampai G. Lagunya pun sering buatanku sendiri, dalam berbagai bahasa juga. Yang penting mewakili perasaanku saat itu. Mungkin bawaan Spontanologi, hehe.

Kuharap kalian juga dapat menikmati musik dan memberikan arti dalam hidup kalian. Pilihan musik kalian tentunya juga mempengaruhi mood kalian, misalnya lagu yang liriknya galau, nadanya sendu akan menghasilkan emosi yang sama pula karena itulah aku lebih senang lagu-lagu yang ceria dan menyenangkan.

Apa lagu yang paling senang kau nyanyikan? :)

3 komentar:

  1. Saya tak pandai menyanyi, padahal pecinta musik dan lagu. Beda dengan bapak saya yang bersuara bagus, penyanyi zaman Jepang, ia disuruh menghibur tentara Jepang di kampung kami (Maluku). Sementara saya stress kalau harus menyanyi karna saya guru TK. Main musik dan menikmati musik sambil nyanyi sendiri rasanya lebih nikmat.

    BalasHapus
  2. Wah dari zaman Jepang ya, saya sih cuma bisa main harmonika, alat musik lain nggak bisa, hehe.

    BalasHapus
  3. Saya baru bsia main alat musik giata doang. Kapan ya bisa berkecimpung di dunia Musik Indonesia

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)