Minggu, 17 Mei 2015

Arti Seorang Sahabat

Memiliki ribuan teman bukanlah keajaiban,
Keajaiban adalah kamu menemukan seorang teman yang tetap bersamamu,
Ketika ribuan orang lain melawanmu.


Dua hari yang lalu, aku bertemu dengan seorang sahabat yang sudah hampir 2 tahun tidak bertemu. Kami bahagia bertemu satu sama lain, jarak dan waktu seperti tidak mengikis persahabatan kami. Saling bercerita perjalanan hidup satu sama lain, terkadang kami memang masih memberi kabar lewat pesan singkat atau jejaring sosial tetapi memang lebih nikmat jika bertemu langsung.

Sahabatku bercerita bagaimana dia rindu masa-masa kami bersama sehari-hari, di tempatnya yang baru dia tidak menemukan seorangpun yang bisa dia jadikan sahabat. Mereka berusaha mengambil keuntungan darinya, mencari kesempatan untuk menaikan popularitas mereka. Ya, sahabatku ini aktif di dunia entertainment, karena itu banyak yang mendekatinya agar bisa terkenal atau jadi artis juga.

Kami kemudian bercerita tentang anggapan kami tentang sahabat beberapa tahun lalu, ternyata telah berubah. Begitu sulit mencari seorang sahabat yang baik, ya seperti mencari setetes air mata di lautan.

Menginjak usia hampir seperempat abad, aku telah memiliki hampir 10 sahabat baik yang sudah kuanggap saudaraku sendiri. Aku memiliki banyak teman, kenalan begitu juga saudara angkat tetapi yang benar-benar ada di hati tidak lebih dari 10 orang.

Dulu aku berpikir bahwa hal itu menyedihkan, ketika kamu mengenal dan berteman begitu banyak orang tetapi yang benar-benar bisa menjadi sahabatmu hanya dapat dihitung dengan jari, ternyata itu salah.

Memasuki dunia sosial dan kerja, aku bertemu dengan lebih banyak macam orang dari berbagai kalangan usia, seringkali aku bertemu dengan seseorang yang berusia 40 hingga lebih dari 50 tahun, tidak memiliki sahabat atau bahkan teman bercerita. Sahabat mereka sudah meninggal? Awalnya aku berpikir demikian sampai mendengar cerita mereka, bahwa yang mereka kira sahabat ternyata mengkhianati, melupakan dan meninggalkan mereka. Setiap orang akhirnya memiliki masalah sendiri, begitu kisah mereka yang hampir senada.

Mengingat karakter saya yang keras dan gaya bicara yang blak-blakan, sungguh sebuah keberuntungan memiliki sahabat sebanyak itu. Sahabat lamaku yang terkenal dan populer ini pun hanya memiliki tiga orang yang bisa dia katakan sebagai sahabatnya itupun sudah termasuk diriku. Padahal selain tampan, dia juga sopan dan memiliki attitude yang bagus, sayangnya lingkungannya dipenuhi dengan orang-orang yang tidak sejalan dengannya.

Sahabat menurutku seperti asmara, hubungan ini bersifat dua arah. Persahabatan terjadi ketika satu sama lain memiliki perasaan yang sama yaitu menganggap yang lainnya sebagai sahabat.

Pengertian sahabat setiap orang bisa berbeda, karena itu banyak yang menganggapku sahabat mereka, sementara aku hanya bersikap sebagai teman yang baik untuk mereka.

Kita ilustarikan dalam cerita seperti ini, Ketika mereka dipenjara maka aku akan datang dan membayar uang tebusan agar mereka bisa keluar, mungkin karena hal ini mereka menganggapku sebagai sahabat tetapi aku hanya menganggap ini sebagai teman yang baik. Lalu seperti apa seorang sahabat menurutku? Ketika mereka dipenjara, aku akan duduk disebelah mereka sambil mengatakan, "Oke, sekarang kita dalam masalah."

Seorang sahabat bukanlah seseorang yang melakukan hal yang sama dengan kita, atau membantu kita dalam kesusahan. Sahabat menurutku lebih dari itu, dia telah menjadi bagian dalam hidup kita, ketika kita terpisahkan jarak dan waktu kenangan itu tidak akan pudar.

Tidak mudah tentunya mencari sahabat seperti itu, dulu ketika aku masih naif. Aku banyak menghabiskan waktu dengan orang-orang yang mengaku sebagai sahabat. Mereka berusaha memanfaatkanku, mengambil keuntungan material dariku atau sekedar meminta contekan saat ujian. Sahabat sejatikulah yang menyadarkanku, mereka orang-orang yang mengingatkan kita dan membawa perubahan positif untuk kita.

Banyak masalah yang aku hadapi bersama sahabat-sahabatku, baik masalahku sendiri, masalah mereka atau masalah kami bersama. Semua itu tak terlupakan dan menjadi kisah indah yang bisa diingat hingga hari tua.

Aku berniat menuliskan kisah-kisah itu dalam blog ini, beberapa diantara sudah ditulis melalui kisah sahabatku yang paling gila tapi mengajarkan banyak hal untuk kami, kisahnya dapat dibaca di My Stupid Friend.

Kuharap kalian bisa menuliskan kisah-kisah persahabatan kalian juga. :)

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)