Selasa, 07 April 2015

Kebohongan dalam Kehidupan

Kepercayaan sangat mahal harganya, jangan sia-siakan hal itu


Beberapa waktu ini aku merasakan semakin banyak orang yang berusaha berbohong kepadaku. Berusaha? Ya karena mereka tidak berhasil berbohong.

Aku selalu bingung dengan orang yang berbohong untuk menghindari masalah yang sebenarnya tidak dapat dihindarinya. Itu justru semakin memperburuk suasana.

Beberapa hari terakhir inilah banyak orang yang seperti itu ketika berurusan denganku.

Sejak tanggal 1 April, Internet di rumahku sama sekali down. Tidak dapat tersambung sedikitpun. Anehnya pagi harinya masih dapat tersambung dan aku dapat menerbitkan dua tulisan di blog ini. Aku berpikir sejenak, kemudian aku sadar karena itu hari pembayaran Internet.

Ya, setiap bulan tanggal 1 aku membayar tagihan Internet. Kondisi Internetku mulai memburuk sejak 9 maret, dan puncaknya adalah 26 maret dimana sama sekali tidak mendapat sambungan internet.

Pihak penyedia layananku mengatakan bahwa ada gangguan teknis yang segera diperbaiki, namun akhirnya mengatakan bahwa ada gangguan hardware. Aku sedikit banyak mengerti perangkat-perangkat keras ini, dan aku yakin bukan ini masalahnya. Dia mengatakan akan segera datang ke rumah untuk mengeceknya, beberapa hari berlalu dan tanggal 1 April sambungan kembali seperti semula tanpa ada perubahan pada Hardwarenya.

Saat dia datang menagih, dia menanyakan apakah sudah lancar internetnya? Dia selalu hanya berani datang ketika urusan sudah beres. Malamnya, ternyata internet tidak dapat tersambung lagi. Aku kemudian mencoba menghubunginya melalui telepon, dan ternyata seperti biasanya dia mematikan teleponnya.

Aku mencoba menelpon selama beberapa hari hingga kesabaranku habis, aku pergi ke rumahnya untuk mencari solusi dari masalah ini.

Ketika dia membuka pintu, dia seperti maling yang tertangkap basah mencuri. Aku bertanya, "Kenapa teleponnya dimatikan?" Dia hanya senyum-senyum kaku dan mengatakan teleponnya rusak dan baru diambil hari ini.

Aku kemudian menjelaskan bahwa aku sangat terganggu dengan situasi ini, blogku tidak terurus dengan baik, dan juga banyak hal harus kukerjakan dengan bantuan internet jadi tertunda dan menumpuk. Untuk urusan surat menyurat melalui email saja aku harus ke warnet, atau melalui telepon. Sungguh aneh orang yang memiliki sambungan internet di rumah masih ke warnet untuk browsing.

Akhirnya aku mengambil keputusan, jika dalam seminggu tidak membaik sejak tanggal 6 maka aku akan memintanya untuk mencabut sambungan darinya, dan meminta ganti rugi uang pembayaran satu bulan yang seharusnya tidak dia terima.

Dia sebenarnya tidak takut kehilangan satu pelanggan, tentunya. Yang membuatnya terus menghindar adalah jika aku menganti sambunganku maka aku akan mengajak teman-temanku yang lain untuk ikut mengantinya. Setelah kutanya, mereka mengalami masalah yang sama.

Alasan terbaik yang dia lontarkan adalah "Karena IPnya share, makanya kadang lemot." Bagaimana satu IP dibagi ke banyak orang? Apa dia pikir ini WiFi? Aku membayar setiap bulan tentunya untuk satu IP, bagaimana dia berpikir membuat beberapa orang membayar IP yang sama? Bukankah secara tidak langsung dia menganggap aku bodoh?

Itulah yang paling tidak kusuka ketika orang berbohong, mereka menganggap orang yang dibohonginya cukup bodoh untuk percaya perkataanya.

Aku sebenarnya ingin menulis lebih banyak, ada banyak hal yang ingin kutulis tetapi asap rokok di warnet ini benar-benar mengangguku, jadi sampai nanti. Kuharap aku bisa segera menulis lagi tanpa gangguan berarti.


3 komentar:

  1. Emang gk nyaman biasa online di rumah, eh malah ke net..asap rokokny..bisingnya belum lagi kadang orangnya yg rese..

    BalasHapus
  2. Itulah kalau di net banyak macam orang dan nggak semuany bisa cocok :)

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)