Kamis, 19 Maret 2015

My Stupid Friend : Sama bisa jadi Beda

Jangan terlalu yakin, cepat menilai, dan cepat mengambil keputusan


Terkadang ketika kita sedang melakukan sesuatu, orang lain yang melihat akan menilai bahwa kita pasti gagal melakukan hal itu. Alasannya sederhana karena mereka tidak bisa melakukannya, atau bahkan tidak pernah mencoba tapi sudah yakin gagal maka orang lain juga akan gagal.

Apa yang terlihat sama, bisa jadi sama sekali berbeda. Hal ini terjadi dalam banyak hal, salah satunya di kisah ini.

Ryu memiliki kebiasaan buruk, ada banyak dan salah satunya adalah dia suka memakai barang orang lain seperti barangnya sendiri dan terkadang tanpa izin.

Suatu hari, kebiasaan Ryu ini memberikannya sebuah pelajaran. Saat itu aku dan seorang temanku menyusulnya ke warnet, kami janjian untuk bermain Dota (saat itu Dota belum sebooming sekarang, bagi yang tidak tau Dota silahkan googling Defence of the Ancients ).

Dalam permainan terakhir, Ryu keluar ketika permainan masih baru berjalan separuhnya karena dia disudutkan oleh beberapa pemain yang tidak suka gaya bermainnya. Mau tidak mau, aku dan seorang temanku harus bermain dengan ekstra untuk menutupi kesalahannya.

Ketika kami sedang fokus bermain, Ryu diam-diam mengambil kunci motor temanku. Belakangan diketahui dia ingin membeli makan malam, dan makan di warnet sambil menunggu kami selesai.

Dia segera menuju parkiran, dan dilihat Satria R berwarna merah terparkir rapi disebelah sepeda motorku. Dengan cepat Ryu menaiki motor dan berusaha memutar kunci untuk menyalakan mesinnya. Anehnya motor itu tidak menyala dan kuncinya tidak bisa diputar, dia mulai kesal bahkan sampai memukul motor itu.

Tidak lama setelah dia memukul motor itu, Dia mendengar teriakan seseorang yang baru keluar dari toko yang ada disebelah warnet. Pria itu segera mengejar Ryu, secara reflek dia berlari. Namanya orang biasa di warnet jadi staminanya kurang, tidak perlu lama untuk dia menangkap Ryu dan memukulinya.

Untungnya saat itu aku dan temanku keluar untuk mencari Ryu, berpikir untuk menitipnya membeli makan malam untuk kami juga.

Aku dan temanku segera melerai mereka berdua. Setelah suasana lebih tenang, baru diketahui bahwa Ryu disangka mau mencuri. Dia mengira motor Satria R itu punya temanku karena warna dan bentuknya sama. Perbedaannya hanya di nomor polisi saja.

Temanku tidak membawa motornya, tetapi dia membawa kunci motornya karena ada kunci rumah yang ikut terkait di kunci tersebut. Kami berdua pergi bersama naik motorku, Ryu mengambilnya tanpa bertanya dulu. Akhirnya semua dapat diselesaikan dengan baik.

Terkadang apa yang terlihat sama belum tentu sama, pada benda, orang maupun pengalaman. Hal yang terlihat sama seperti yang kita alami bisa memiliki hasil yang berbeda pada orang lain, karena itu lebih bijak dalam bertindak dan mengambil keputusan akan menghindarkan kita dari banyak masalah.

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)