Senin, 09 Maret 2015

My Stupid Friend - Coklat dan Sirup

Pikiran memiliki kekuatan yang kadang tidak kita bayangkan

Sebelum membaca kisah ini, disarankan membaca My Stupid Friend - Prologue.

Suatu hari saat daerah perumahan Ryu sedang mengalami pemadaman listrik bergilir, dia menelpon untuk mengajakku keluar.

Ryu : "Ron, kamu lagi di rumah?"
Ron : "Iya, kenapa?"
Ryu : "Ya, sudah jemput dong. Tunggu apa lagi? Aku sudah nunggu di rumah."
Ron : "Oh, iya. Sekarang aku jemput."

Setelah sambungan telepon itu putus, aku langsung berpikir, "Memangnya ada janji mau keluar?" Dengan berpikir positif, aku berpikir mungkin aku lupa maka akupun menganti pakaian dan segera ke rumahnya.

"Ryu, memangnya kita ada janjian mau keluar ya?" Dia menoleh kepadaku dengan pandangan santai dengan senyum tak berdosa, "Sejak kapan keluar denganmu harus janjian dulu? Rumah mati lampu nih, yuk keliling."

"Kau ini.." Aku hanya bisa diam, sudah terlanjur basah maka kami pun berkeliling kota dengan motorku. Setelah berkeliling cukup lama, kami singgah ke sebuah cafe untuk bersantai.

Cafe itu cukup ramai, jadi kami harus menunggu giliran untuk memesan. Saat sedang menunggu pesanan, ada panggilan masuk di hp Ryu, karena sinyal yang buruk di dalam cafe membuat Ryu harus keluar untuk berbicara, "Eh, pesanin aku es shanghai ya Ron." Aku memberikan tanda oke.

Tidak lama Ryu keluar dari Cafe si pramusaji datang untuk mencatat pesanan. Aku memesan dua es shanghai dengan beberapa makanan ringan. Setelah aku memesan, Ryu kembali. "Sudah kau pesan?" Aku mengangguk untuk mengiyakan.

Kami kemudian berbincang film yang ingin kami nonton bersama sabtu ini, saat itu hari rabu seingatku. Saat asik berbincang, dua es shanghai diantar ke meja kami, dengan sebotol kecap manis dan cabe cair. Keduanya di tempatkan dalam sebuah botol plastik yang bentuknya sama.

Ryu : "Ron, kau pesan es shanghai juga?"
Ron : "Memangnya ini terlihat seperti apa jika bukan es shanghai?"

Aku memilih tidak menanggapinya terlalu banyak, aku langsung menikmati es ku, tapi apa yang kulihat berikutnya membuatku membeku, bukan karena dinginnya es tapi karena tindakan Ryu.

Dengan santainya dia memberikan kecap ke es shanghainya. Dia memutar-mutar botol kecap sambil menghiasi es miliknya, belum sampai disitu. Dia kemudian menuangkan banyak cabe cair ke dalam es shanghainya. Membuat serpihan es parutnya kini berwarna merah kejinggaan.

"Nah ini baru sedap." Ryu mulai menyantap es nya, sementara aku hanya terdiam. "Cafe pilihanmu bagus Ron, ada gratis cokelat sama sirup ya. Bisa nambah banyak nih cokelatnya, kalau kita habisin akan ditambahkan biaya tidak ya?"

Aku masih tidak bisa berkata apa-apa, aku mengambil botol kecap manis dan menuangkan sedikit ke sendokku, lalu mencicipinya. "Iya ini kecap manis." Aku kemudian mengambil botol cabe cair dan melakukan hal yang sama, "Ini cabe." Melihat Ryu bisa makan dengan lahap es shanghai yang sudah bercampur kecap manis dan cabe cair itu.

Belakangan ketika makanan ringan datang, dia baru menyadari bahwa yang dia tuangkan adalah kecap dan cabe, saat itu rasa kecap dan cabe itu kembali seperti semula dan dia tidak bisa menghabiskan es shanghainya. "Kok, kau tidak bilang sih Ron?! Kupikir buat apa dia kasi kita dua botol itu, kalau kita tidak pesan makanan ringan, jadi itu pasti coklat dan sirup."

Sebelumnya dia bisa memakan kecap dengan rasa coklat dan cabe menjadi sirup. "Kekuatan pikiran." hanya itu yang terlintas dibenakku, "Kamu adalah apa yang kamu yakini" sepertinya memang sebuah nasihat yang sangat benar, karena seperti apa kita adalah tergantung bagaimana kita melihat diri kita sendiri.

4 komentar:

  1. Ceritanya lucu tapi mengandung makna. "Kamu adalah apa yang kamu yakini" tapi aku belum pernah ngalamin kejadian gini. Gimana caranya rasa kecap berubah jadi rasa coklat dan rasa cabe berubah jadi rasa sirup

    BalasHapus
  2. @Dinda : Sejauh ini, hanya dia yang kukenal bisa melakukan itu

    BalasHapus
  3. Ryu... kekuatan pikirannya mengalahkan indera perasanya... Biasanya liat yang kayak beginian cuma di acara sulap-sulap...

    BalasHapus
  4. Ya sayang dia jarang berpikir, hehe

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)