Senin, 23 Februari 2015

Veritaserum - Serum atau Obat Kejujuran di Dunia Nyata

Kejujuran adalah salah satu harta yang tak ternilai harganya



Bagi penggemar serial novel legendaris Harry Potter karangan J.K. Rowling tentu tidak asing dengan nama Veritaserum. Serum tidak berwarna dan tidak berbau ini dikenal sebagai Serum Kejujuran, meminum 3 tetes saja dari serum ini maka kau tidak akan menyembunyikan rahasia apapun bahkan sekuat apapun sihir yang kau miliki.

Seorang teman pernah bertanya, "Suatu hari akan ditemukan obat seperti Veritaserum tidak ya Ron?" Aku kemudian menjelaskan bahwa aku sangat yakin Veritaserum diadaptasi dari obat-obatan yang memang sudah ada.

Jika serum kejujuran memang ada, tentunya muncul banyak pertanyaan lanjutan tentang kenapa dia tidak digunakan dibanyak bidang?

Ide Veritaserum dapat dikatakan adaptasi dari serum kejujuran yang sudah ada jauh sebelumnya. Sebenarnya cukup banyak obat yang dapat dikatakan sebagai serum kejujuran, yang paling terkenal adalah Amobarbital atau lebih populer disebut Amytal Sodium dan Amylobarbitone.

Memang ada sederet nama lain seperti Meskalin, Skopolamin (Ini juga digunakan untuk kriminal perkosaan), Amfetamin (Merusak jantung), Pipradrol, Ritalin (atau Phenydylate) dan lain-lain tetapi Amytal Sodium selalu yang diangkat saat serum kejujuran dibahas.

Penggunaaan obat-obatan sejenis ini digunakan untuk metode interogasi yang disebut Nacro-Analysis yang ditulis oleh J. Steven Horsley pada tahun 1943.

Pertanyaan yang pertama kali muncul ketika orang mengetahui serum kejujuran biasanya, "Kenapa tidak digunakan untuk hukum ya? Jadi pasti bersalah atau tidaknya terdakwa akan diketahui."

Itulah pikiran awalku juga, kemudian aku bertanya pada seorang teman yang pakar hukum. Dia kemudian menjelaskan pengadilan sekarang menggunakan standar yang disebut standar Daubert, dimana bukti ilmiah dapat dibantah oleh tuntutan.

Selain itu tingkat kesalahan dalam penggunaannya juga harus diketahui dengan pasti. Obat yang umum digunakan dalam narcoanalysis mempengaruhi otak dengan cara yang sama seperti alkohol. Obat seperti amytal natrium dapat menghasilkan efek banyak bicara dan menurunkan kecemasan, tidak jauh berbeda dengan mabuk. Namun hal itu tidak menjamin ketidakmampuan seseorang untuk berbohong.

Terlebih lagi, penelitian menemukan bahwa para ahli tidak dapat benar-benar membedakan antara kejujuran dan kebohongan yang diceritakan oleh orang-orang di bawah pengaruh obat barbiturat. Obat-obatan ini membuat orang berbicara lebih banyak dan meyakini semua yang dikatakan benar adanya.

Hal inilah yang menyebabkan Amytal dan obat lainnya tidak dapat digunakan dalam pengadilan.

Amytal sendiri kini digunakan dalam dunia medis untuk mengobati gangguan jiwa karena memudahkan memasuki kondisi hipnosis. Yang paling sering menggunakan ini adalah MPD atau kepribadian ganda.


0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)