Senin, 16 Februari 2015

Pluviophile - Kaum Pencinta Hujan

Beberapa orang merasakan hujan, ketika lainnya hanya basah
- Bob Marley


Musim hujan akan segera berakhir, atau tidak? Sejak pemanasan global semakin parah sepertinya waktu musim juga tidak menentu. Cuaca bisa berubah begitu saja, tanpa babibu. Andaikan Indonesia punya musim salju mungkin akan terasa seperti di Grand Line.

Bagi sebagian orang, musim hujan akan sangat dirindukan. Kaum yang merindukan hujan ini disebut Pluviophile, menurut kamus artinya adalah A lover of rain ; someone who finds joy and peace of mind during rainy days. Seorang pencinta Hujan ; Seseorang yang merasakan nyaman dan pikiran yang damai ketika sedang hujan.

Bagi seorang yang secara astrologi memiliki bintang pelindung Matahari, aku termasuk kaum ini.

Aku awalnya tidak menyukai hujan, seperti yang kukatakan secara astrologi pelindungku matahari. Aku lebih kuat dan energik ketika cuaca cerah dan siang hari. Ketika malam tiba, aku lebih senang berhibernasi.

Dulu saat hujan, tubuhku akan melemas, mata mulai mengantuk dan kerja otakku menurun secara dratis. Seringkali itu terjadi disaat penting. Aku sering menyumpahi hujan hingga suatu hari ada kejadian menarik untukku.

Saat itu aku masih duduk di bangku SMP, ketika jam pulang sekolah biasanya semua orang bersemangat untuk segera pulang tetapi tidak di hari itu. Hujan sangat deras turun tidak lama sebelum bel berbunyi. Mau tidak mau aku harus menunggu hujan reda untuk pulang. Seperti saat hujan lainnya, aku mulai kesal apalagi hari itu lauk di rumah adalah makanan kesukaanku, kini aku harus menunggu hujan dengan perut lapar.

Aku hanya mengamati lapangan sekolah yang disapu oleh hujan itu. Aku memandang tiap rintik yang jatuh dengan pandangan kosong. Tidak berapa lama, beberapa temanku melepas tas dan sepatu mereka dan mulai masuk ke dalam derasnya hujan. Mereka menari dan tertawa di bawah hujan. Melihat mereka aku tersenyum.

Aku kemudian memandangi langit yang terlihat gelap, saat itu suatu hal yang tidak pernah sebelumnya kulihat terlintas begitu saja. Masuk dalam pikiranku dan membuatku segera melepaskan tas dan sepatuku.

Aku melihat hujan seperti menjadi sebuah jembatan, dia mempertemukan langit dan bumi yang lama terpisah. Ini hal yang membahagiakan, tentu waktunya menari bersamanya. Saat itu aku mengerti satu kutipan yang pernah kubaca pada salah satu buku.

"Mereka yang mengatakan cahaya matahari membawa kebahagiaan, tidak pernah menari di bawah hujan."

Hari itu adalah salah satu hari paling bahagia dalam hidupku. Apa sejak saat itu aku menjadi Pluviophile? Tidak juga karena aku harus demam selama seminggu setelah menari dibawah hujan itu. Apakah itu sebanding? Ya, itu sangat sebanding, aku tidak pernah melupakan hari itu, kejadian itu adalah langkah awalku untuk bersahabat dengan hujan.

Mengapa hujan itu menyenangkan? Baik ada beberapa hal yang membuatku akhirnya menjadi Pluviophile.

Pertama, tidak ada suasana yang lebih pas untuk mendengarkan musik. Pernah mendengarkan musik ketika hujan? Rasanya musik benar-benar mengalir langsung ke dalam hatimu.

Kedua, Ketika hujan sangat enak membaca sambil minum teh hangat. Ini benar-benar membuatmu kondisi sangat relaks dan nyaman.

Ketiga, Suasana apa yang paling nyaman untuk tidur? Hujan membuat kita lebih nyaman untuk beristirahat, terutama di malam hari.

Masih banyak lagi hal lainnya, tapi aku tidak mau merusak kejutan untuk mereka petualang hujan yang baru.

Hal apa yang sebenarnya membuat orang disebut pluviophile? Hal yang paling penting adalah mereka yang mencinta Petrichor. Apa lagi itu Petrichor, sejenis kue? Bukan Petrichor berasal dari bahaya yunani yaitu Petra yang artinya batu dan Ichor yang artinya darah para dewa. Petrichor adalah bahasa keren untuk bau tanah setelah hujan.

Jika kalian dapat mencium bau tanah setelah hujan dan menyukainya maka kalian adalah seorang Pluviophile.

Saat sedang menulis ini, tiba-tiba hujan turun dengan lembutnya. Seolah ingin memberitau bahwa dia juga membuat kegiatan menulis menjadi sangat nyaman.

Jadi apa kamu seorang Pluviophile sepertiku? :)

9 komentar:

  1. Aku menyenangi hujan saat dalam keadaan rileks, menyesapi minuman hangat sembari menikmati makanan berkuah. lalu pikiranku menerawang hal banyak sekali, dan saat itu juga aku seolah menyatu dengan alam. :)

    Dan hei, aku juga selalu menantikan petrichor! :))

    BalasHapus
  2. @Hilda : Satu lagi blogger pluviophile berarti :)

    Ya, pasti nikmat banget th makanan berkuah di kala hujan :D

    BalasHapus
  3. astrologi kakak pelindungnya matahari. itu cara taunya gimana deh? hehehe... agak-agak oot gitu dari si hujan, tapi aku juga suka hujan kok :3

    BalasHapus
  4. Dari zodiak, Aku Leo :)

    BalasHapus
  5. Kalau orang yang ga suka hujan ada sebutannya g?mungkin aku termasuk orang yang ga gitu suka hujan..tiap hujan sedihh mulu bawaannya.ada aja sesuatu yang bisa disalahin dari hujan.wkwk padahal hujan ga salah -_-. Finally, tiba2 ketemu postingan yang bawa angin segar ke pikiran aku tentang hujan $.$ <3 <3 pluviophile..walaupun namanya susah diucapin tapi kayaknya seru buat jadi itu \(^^)/

    BalasHapus
  6. Kalau ketakutan akan hujan ada namanya kalau sedih atau tidak suka, sejauh ini belum ada sebutannya :)

    BalasHapus
  7. makasih ulasannya :)
    aku juga suka hujan tapi gk tau sukanya mulai dari kapan.. it's like long long time ago, gk bisa inget mungkin karena lost child memory.
    tapi disini aku mau tanya kak, kalo suka hujan tapi gk suka bau tanah itu apa masih seorang pluviophile ??

    BalasHapus
  8. Rinai hujan selalu membentuk koreografi yang indah...
    Bau tanah yang menyengat menyejukkan hati..
    dingin yang menusuk kulit menentramkan... Dan yang pasti, selalu menyanyikan lagu kerinduan..

    BalasHapus
  9. Wah ceritanya bagus banget. Kata kata yang dipakai juga bagus. Aku juga termasuk seorang Pluviophile. Aku gak tau deh apakah astrologi pelindungku matahari juga atau enggak but yang kutahu bintangku itu berelemen api [ I'm a saggittarius ]. Aku suka caramu menceritakan pengalamanmu. Apalagi bahasanya, ya ampun, hampir sama kayak bahasa yang dipake penulis. Anyway, thanks udah berbagi pengalaman, dan aku ketemu teman Pluviophile baru lagi yey ^_^

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)