Selasa, 03 Februari 2015

Pernikahan bagi Pria

http://2.bp.blogspot.com/-QfSzazoJ7NA/VNCSdFU6_SI/AAAAAAAAAnw/cGJeys5IQ9s/s1600/naruto_and_hinata_wedding_by_charchang-d8693ac.jpg 
Aku percaya penikahan bukan diantara pria dan wanita, melainkan cinta dan cinta
- Frank Ocean
 
 
 
Bagi sebagian besar wanita, Pernikahan adalah sebuah impian, sebuah titik balik dan sebuah hal yang luar biasa dalam hidupnya. Bagaimana pernikahan di mata Pria?
 
Di budaya modern saat ini, kita sering mendengar istilah "Pernikahan adalah kuburan bagi pria", Benarkah demikian?
 
Wanita memang suka berlian, es krim dan coklat tetapi yang benar-benar mereka suka adalah kepastian. Bagaimana dengan pria?
 
Berdasarkan pengalamanku, Pria dibagi menjadi tiga tipe dalam memandang sebuah pernikahan.
 
Pertama, Pria yang ingin menikah dini
 
Mereka adalah golongan yang ingin menikah dibawah usia 30 tahun, mereka biasanya tidak memikirkan kondisi apakah mereka siap atau tidak dalam menikah. Dalam hubungan pra-nikah mereka lebih mengejar romansa dan keindahan dalam berhubungan.
 
Mereka yang suka dengan kisah cinta yang menyenangkan dan berusaha terus bahagia bersama pasangan mereka. Lebih fokus terhadap perasaan dan hubungan dibandingkan tuntutan hidup dan lingkungan.
 
Seringkali mereka yang sering merasa kesepian atau kurang dimengertilah yang kemudian ingin segera mendapatkan kehangatan dan kebahagiaan seperti pria lainnya.
 
Ada beberapa alasan yang biasanya menjadi faktor pria golongan ini ingin menikah dini :
 
1. Ingin segera memiliki anak agar usia dirinya dan anaknya tidak berbeda jauh.
2. Yakin dengan pasangannya saat ini, dan takut pasangan ini lepas darinya
3. Sudah tidak tahan ( you know lah )
4. Desakan pihak pasangan
5. "Kecelakaan"
6. Merasa sudah siap
7. Kesepian
 
Kedua, Pria yang ingin menikah setelah mapan
 
Mereka adalah golongan yang memikirkan menikah ketika memang sudah mapan setidaknya secara finansial. Tipe Pria seperti ini lebih bertanggung jawab, mereka tetap berhubungan sebelum mapan dan menjadi lebih bersemangat bekerja jika merasa telah menemukan pasangan yang tepat.
 
Ada juga yang sebenarnya sudah berlatar belakang dari keluarga yang mapan, namun merasa belum siap untuk menikah, ini mereka yang ingin menikah setelah memiliki kemapanan karakter.
 
Terkadang tipe ini juga ada yang menikah dini, dikarenakan telah mencapai kemampanan yang diinginkan. Baik itu dukungan latar belakang keluarga, ataupun memang bekerja sendiri.
 
Dalam hubungan, Pria yang belum mapan akan lebih mengajak pasangannya untuk menjadi bagian dan bersama-sama membangun impiannya. Bagi mereka yang sudah mapan secara finansial biasanya mencari pasangan yang bisa mengerti dan ideal baginya.
 
Jika dilihat, banyak wanita yang mengejar pria mapan karena berpikir bisa hidup nyaman atau setidaknya menikah dengan cepat. Menurut pengalamanku dan statistik, Pria mapan secara latar belakang keluarga justru sangat sedikit yang mau segera menikah, mereka lebih senang menikmati masa mudanya dahulu dan menghabiskan waktu bersama sahabat atau pekerjaan mereka.
 
Pria yang mapan secara bekerja sendiri, lebih memilih pasangan yang membantu mereka dari masa sulit atau perempuan yang pandai dan cerdas.
 

Ketiga, Pria yang tidak berpikir untuk Menikah

Pria ini kini semakin banyak di masyarakat kita, mereka yang lebih fokus dalam pekerjaan atau passionnya. Mereka yang terluka dan tidak lagi percaya cinta. Mereka yang lebih memikirkan kebahagiaan keluarga dan dirinya. Ada juga faktor yang tidak biasa ketika dia merasa tidak bisa hidup dengan hanya satu wanita atau berkomitmen jangka panjang.

Mereka sangat mandiri dan kuat mentalnya. Biasanya mereka justru tipe pria yang paling menarik perhatian wanita-wanita. Seringkali mereka juga dari golongan pria yang sudah mapan, dan memang dari pengalamanku pribadi, semua pria yang kukenal dari golongan ini adalah pria-pria yang sudah mapan secara finansial.

Mereka yang sudah biasa mendapatkan kebahagiaan dari kegiatan atau gaya hidupnya saat ini, dan tidak melihat ada kebahagiaan yang bisa didapat dari sebuah pernikahan akan menjadi tipe seperti ini.


Penyumbang angka perceraian tertinggi, bisa kita lihat adalah golongan menikah dini. Kebanyakan memang karena faktor finansial. Tidak ada wanita yang ingin hidup susah, dan jika pria mencintaimu dia tidak akan tega mengajakmu hidup susah. :)

Wanita memang butuh kepastian, tetapi sebelum mendesak pasanganmu, mari perhatikan apa alasannya belum memberimu komitmen.

Sekarang kamu tau rahasianya. :)

4 komentar:

  1. Sebagai wanita, aku juga kadang punya pemikiran begitu. Kalau pasangan belum mau membahas pernikahan, mungkin mereka emang punya prinsip sendiri, belum mau nikah kalau belum mapan. Tapi kalau si pria nggak mau berkomitmen sampai umur si wanita di atas 30th, itu sih namanya kebangetan, mas. Dulu target nikah umur 23-25, tapi sampai umur 25 juga belum apa-apa. Sebagai wanita, aku merasa dikejar umur. Bukan cuma aku aja, sebagian wanita juga mungkin merasakan hal yg sama. Bukan karena takut dicap perawan tua atau gimana, wanita butuh kejelasan karena mereka nggak bisa menikah di umur berapapun. Ada batasannya lah. Beda sama pria. Kalau wanita udah kadung tua alias di atas 40an, ya syusyah, mas. :))))

    BalasHapus
  2. Ya kalau prianya seumuran dan memang jauh dari mapan coba diajak bicara baik-baik. Bagaimana bagusnya, apa sama-sama kerja aja atau alasan lain yang buat dia belum kepikiran nikah.

    Hubungan kalau seumuran memang biasa kendala di umur, sama-sama belum siap. Aku juga punya teman yang pacaran udah 14 tahun, hampir 15 tahun malah tapi masih betah aja pacaran, kalau nikah udah anak dua mungkin.

    Kendalanya ya di finansial itu.

    BalasHapus
  3. Ya ampun subuh2 saya lagi iseng Googling perihal ini lewat hp, terus nemu blog ini. Selese baca postnya terus ga sengaja ngeliat avatar / thumbnail photo penulis, kok rasanya sangat familiar, baru sadar ternyata Ron yang pernah bbrp kali komen di blog saya. Hahaha what a coincidence! Nice post btw :)

    BalasHapus
  4. Halo sist Cicilia :D

    Iya, yang biasa main ke hijau transparan, Blog sist bagus dan banyak tulisan yang menarik juga hehe :)

    Thanks for visiting :D

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)