Senin, 16 Februari 2015

Kuat Menghadapi Para Pembunuh Impian

Jika kamu bisa memimpikannya, Kamu bisa melakukannya
- Walt Disney


Setiap orang memiliki impian, biasanya impian itu tumbuh sejak masa kanak-kanak. Sebagian besar orang seiring waktu impian itu akan memudar. Beberapa bulan lalu aku pernah menulis hal tersebut dalam tulisan Impian dan Cita-cita.

Dalam tulisan tersebut aku banyak membahas tentang Impian, namun kali ini aku ingin menulis tentang Pembunuh Impian.

Bagi sebagian besar orang ini mungkin kata yang asing, tapi aku yakin bahwa kalian akan langsung mengerti ketika hal ini dijelaskan, karena dalam hidup seseorang pasti selalu bertemu Pembunuh Impian, atau bahkan anda telah menjadi salah satunya?

Pembunuh Impian adalah sebuah golongan manusia yang sangat anti dalam bermimpi, mereka menyebut diri mereka manusia realitas. Motto hidupnya adalah Welcome to Real World, Selamat datang di dunia nyata.

Setiap kali ada orang menceritakan tentang impiannya kepada mereka, maka reaksi mereka adalah mengatakan hal-hal yang bersifat demotivasi. Mereka mengatakan bahwa hal itu mustahil, meminta untuk menghadapi kenyataan, dan berhenti berpikir yang muluk-muluk. Bahkan ketika kita berhasil membuktikan kepada mereka bahwa kita mampu, mereka hanya akan mengatakan bahwa itu kebetulan saja, atau berkat keberuntungan tanpa peduli kerja keras dan usaha yang dilakukan si pengejar mimpi.

Bagaimana anda pernah mengalaminya? Pernah bertemu kelompok ini atau bahkan sudah bergabung dengan mereka?

Bagi mereka yang belum bergabung dan pernah menghadapi kelompok ini, mari aku bagi sebuah rahasia.

Setiap pembunuh impian, awalnya adalah pemimpi. Ya, mereka semua pemimpi, pemilik impian yang besar namun mereka tidak berhasil mempertahankan mimpinya. Mereka bertemu para pembunuh impian, ketika mereka jatuh atau gagal maka pembunuh impian itu langsung mengerumuninya. Mengatakan bahwa mereka benar, dan akhirnya ketika dia menyerah dia berubah menjadi pembunuh impian yang lain.

Mirip dengan zombie bukan? Zombie juga awalnya manusia kemudian dia menyerang manusia yang hidup agar menjadi bagian dari mereka, seorang zombie juga.

Pembunuh impian, berusaha membunuh impian orang lain karena dia ingin merasa lebih baik. Mereka tidak mau anda berhasil melakukan apa yang tidak berhasil mereka lakukan, atau karena mereka tidak berhasil seharusnya anda juga tidak.

Mereka sangat takut dengan kesuksesan seseorang, mereka menjauhi orang-orang yang berbicara tentang kesuksesan dan impian, mereka akan muncul ketika orang tersebut sudah melemah dan terpuruk, menghisap semua impian hingga kering.

Jika anda telah menjadi salah satunya, ayolah ingat masa dimana anda bermimpi. Ingat masa-masa indah tersebut? Ketika anda tidur dengan senyuman sambil berpikir hari esok adalah hari yang baru, langkah baru menuju impian anda.

Aku sendiri sudah sering bertemu dengan golongan ini, Ketika aku presentasi, menjelaskan bisnis atau melakukan impianku. Mereka akan berkomentar, "Ah, Anak kecil bisa apa." (Biasanya yang umur sudah 40~50) atau "Ide kamu bagus, tapi aku tidak yakin kamu bisa.", yang terakhir saat aku bercerita tentang ingin menerbitkan buku, "Nulis? Kamu pikir jadi penulis gampang apa? Kerja kantoran saja kenapa? Tidak usah aneh-aneh lah." Seringkali mereka menertawakanku.

Anda mungkin bertanya, "Ron, kamu tidak minder atau malu diketawain orang?" Sebenarnya jawabannya sederhana saja, Neil Armstrong juga ditertawakan begitu banyak orang ketika dia mengatakan bahwa dia akan ke Bulan, sekarang dia diatas sana menertawakan mereka.

Jika anda tau, beberapa tahun lalu ada seorang wanita bernama Susan Boyle. Seorang wanita paruh baya yang mengikuti acara talent, ketika dia mengatakan impiannya menjadi seorang penyanyi profesional, hampir semua penonton menertawakannya. Kenapa? Susan berasal dari sebuah kampung, dan selain tua, fisiknya juga tidak menarik dan pakaiannya biasa saja. Semua tawa itu hanya bertahan 5 menit, kemudian berganti tepuk tangan dan ekspresi kagum dari penonton dan para juri karena suara Susan adalah suara emas yang jarang bisa ditemukan. Tidak ada lagi yang menertawakannya.

Aku juga seperti Neil dan Susan, mungkin aku mengalami banyak hal seperti itu tetapi aku selalu berhasil membuktikan bahwa mereka salah. Para pembunuh ini justru membuatku tidak bisa menyerah, karena jika aku menyerah maka mereka benar.

Banyak impianku yang bagi sebagian orang masih jadi tertawaan, tapi aku yakin seiring dengan waktu selama aku tidak berhenti berusaha dan belajar maka aku akan mencapainya, satu demi satu. Pelan tapi pasti.


Jangan pernah takut memiliki impian, karena kalian menjadi lebih hidup dengannya. :)

5 komentar:

  1. Mengikuti pandangan umum dan mengikuti penilaian umum itu merepotkan dan melelahkan yaa...

    BalasHapus
  2. @Kak Tia : Ya, lebih baik yakin dengan diri sendiri dan terus berjuang :)

    BalasHapus
  3. Luar biasa..impian adalah awal dari segalanya..jadi jangan pernah berhenti bermimpi..

    BalasHapus
  4. tapi kalo memang yang dicita-citakan itu nggak bisa dia lakukan gimana?
    misalnya pengen jadi penyanyi tapi suaranya nggak mendukung atau ditentang sama orangtua

    BalasHapus
  5. Banyak cara sih sekarang, kalau kata temenku yang coach penyanyi, setiap orang sebenarnya bisa menyanyi hanya dia belum menemukan atau tertarik dengan genre yang pas dengan dirinya.

    Kebanyakan orang berpikir tidak bisa menyanyi lagu pop dengan baik artinya tidak bisa bernyanyi semuanya.

    Kalau orang tua tidak mendukung ya, bisa cari cara lain seperti lewat youtube, soundcloud dan lainnya :)

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)