Rabu, 04 Februari 2015

Keledai dalam Sumur

http://3.bp.blogspot.com/-o7-meXDqMX4/TrwBfc7v8UI/AAAAAAAAAb8/f0d5_HQfGvg/s200/keledai+di+sumur.jpg 
Bahkan keledai belajar dari kesalahannya setelah dua kali melakukannya




 Dalam kehidupan kita seringkali ditemukan dengan hal-hal yang tidak menyenangkan. Siapapun kita, dengan latar belakang apapun dan lingkungan manapun akan selalu merasakan hal-hal yang tidak menyenangkan.

Kita pernah dengar sebuah idiom, Jika kamu jatuh 7 kali, maka bangun 8 kali. Maksudnya adalah tentang bagaimana kita tidak menyerah, memang terdengar indah dan bagus tetapi ada baiknya kita mencari tau kenapa bisa sampai jatuh 7 kali, karena jika tidak mengetahuinya kita akan terus jatuh bangun seperti lagu dangdut lawas.

Sebenarnya seringkali orang lupa untuk mengubah hal-hal buruk menjadi positif. Mereka sibuk berusaha untuk bangun tanpa mengetahui sebab mereka jatuh, ketika jatuh mereka berteriak kesakitan, kemudian bangun lalu nantinya jatuh lagi.

Memang penting untuk terus bangun, tetapi lebih bijaknya adalah untuk tidak jatuh terlalu sering.

Ada sebuah kisah menarik yang menyinggung hal tersebut.


Keledai dalam Sumur

Seekor keledai tua terperosok ke dalam sumur tua. Dia pun menjerit "EO! EEOO! EEEOOO!" untuk memanggil bantuan. Jeritannya di dengar oleh sang pemilik keledai tersebut. Malang bagi keledai itu, sang pemilik ternyata sudah tidak menginginkannya lagi karena ia sudah tua dan tak berguna lagi baginya. Si pemilik pun sedari dulu berkeinginan untuk menutup sumur tua itu karena dianggap berbahaya. Karena itu, sang pemilik memutuskan untuk mengubur keledai tua itu hidup-hidup. Ia mengambil sekop dan membuang tanah ke sumur itu.

Si keledai terkejut dan ia pun semakin menjerit "EO! EEOO! EEEOOO!". Pemilik pun tambah kalap melemparkan tanah ke sumur.

Setelah beberapa lama, si keledai pun berhenti menjerit, dia mendapat akal. Sang pemilik mengira keledai itu sudah mati dan makin semangat menyekop tanah tanpa menyadari bahwa keledai itu, setiap sekop tanah yang menimpa punggungnya, dia menggoyang punggungnya hingga tanah itu jatuh, menginjak-injak tanah itu hingga padat, dan dia pun naik satu inci lebih tinggi.

Sekop tanah berikutnya, jatuhkan, injak-injak dan seinci lebih tinggi. Pemilik keledai itu begitu sibuk menyekop tanah hingga tidak menyadari sepasang telinga mulai tampak di mulut sumur. Ketika pijakannya sudah cukup tinggi, keledai itu melompat dan menendang bokong sang pemilik, lalu melarikan diri.

Pesan dari kisah ini adalah, berhentilah mengeluh "EO! EEOO! EEEOOO!". Lihatlah situasi Anda, ubahlah hal-hal negatif menjadi bermanfaat bagi Anda. 

Tidak ada setiap hari yang bahagia, tetapi selalu ada kebahagiaan setiap harinya. :)

1 komentar:

  1. Menarik kawan :)
    Selalu ada jalan dalam hidup ini, perluas pandangan dan jangan pantang menyerah. Salam :)

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)