Minggu, 08 Februari 2015

Hukum Pygmalion

Katakan Ya pada dunia, maka dia akan mengatakan Ya padamu



Pernahkah anda sadari bahwa dunia tempat kita tinggal kini suasananya semakin tidak nyaman, tidak aman dan merasa sulit ditinggali? Ketika anda melihat televisi atau membaca media cetak lainnya dapat kita temui begitu banyak tindak kriminal yang terjadi.

Sebenarnya apa yang menyebabkan hal ini terjadi? Lingkungan? Pendidikan? Sosial?

Bagaimana kalau sebab semua itu sangat sederhana yaitu dari Pikiran?

Pikiran adalah pelopor, setiap tindakan sadar maupun tidak sadar adalah bentuk aksi dari pikiran kita. Pikiran adalah awal dari segalanya, Ucapan dan Perbuatan semua berasal dari pikiran.

Dunia menjadi demikian karena semakin banyak manusia yang berpikiran negatif, mereka lupa bagaimana memandang sesuatu dari sudut pandang yang baik.

Jika kalian ingin membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik, mari kita pelajari tentang Hukum Pygmalion.

Hukum Pygmalion adalah sebuah hukum tentang berpikir positif, Nama hukum ini diambil dari nama seorang pemuda di Yunani yang memiliki cara pemikiran yang sangat positif, Begini kisahnya.

Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni memahat. Ia sungguh piawai dalam memahat patung. Karya ukiran tangannya sungguh bagus.Tetapi bukan kecakapannya itu menjadikan ia dikenal dan disenangi teman dan tetangganya. Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang baik.

Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel.Tetapi Pygmalion berkata, "Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini."

Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-kawan Pygmalion berbisik, "Kikir betul orang itu." Tetapi Pygmalion berkata, "Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan lain yang lebih perlu".

Ketika anak-anak mencuri apel di kebunnya, Pygmalion tidak mengumpat. Ia malah merasa iba, "Kasihan,anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya."

Itulah pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk, melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain; sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk orang lain.

Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang sangat halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah rampung, patung itu tampak seperti manusia betul. Wajah patung itu tersenyum manis menawan, tubuhnya elok menarik. Kawan-kawan Pygmalion berkata, "Ah, sebagus-bagusnya patung, itu cuma patung, bukan isterimu." Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betul. Berkali-kali patung itu ditatapnya dan dielusnya. Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion,yaitu mengubah patung itu menjadi manusia betul. Begitulah, Pygmalion hidup berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah wanita tercantik di seluruh negeri Yunani.

Nama Pygmalion dikenang hingga kini untuk mengambarkan dampak pola berpikir yang positif. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif.


Misalnya :
* Jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itupun akan menjadi ramah terhadap kita.
* Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas, akhirnya dia betul-betul menjadi cerdas.
* Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil, besar sekali kemungkinan upaya dapat merupakan separuh keberhasilan.

Dampak pola berpikir positif itu disebut dampak Pygmalion. Pikiran kita memang seringkali mempunyai dampak fulfilling prophecy atau ramalan tergenapi, baik positif maupun negatif. Kalau kita menganggap tetangga kita judes sehingga kita tidak mau bergaul dengan dia, maka akhirnya dia betul-betul menjadi judes.

Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak jujur,akhirnya ia betul-betul menjadi tidak jujur.

Kalau kita sudah putus asa dan merasa tidak sanggup pada awal suatu usaha, besar sekali kemungkinannya kita betul-betul akan gagal.

Pola pikir Pygmalion adalah berpikir, menduga dan berharap hanya yang baik tentang suatu keadaan atau seseorang. Bayangkan, bagaimana besar dampaknya bila kita berpola pikir positif seperti itu. Kita tidak akan berprasangka buruk tentang orang lain. Kita tidak menggunjingkan desas-desus yang jelek tentang orang lain.

Kita tidak menduga-duga yang jahat tentang orang lain. Kalau kita berpikir buruk tentang orang lain, selalu ada saja bahan untuk menduga hal-hal yang buruk. Jika ada seorang kawan memberi hadiah kepada kita, jelas itu adalah perbuatan baik. Tetapi jika kita berpikir buruk, kita akan menjadi curiga, "Barangkali ia sedang mencoba membujuk," atau kita mengomel, "Ah, hadiahnya cuma barang murah." Yang rugi dari pola pikir seperti itu adalah diri kita sendiri. Kita menjadi mudah curiga. Kita menjadi tidak bahagia. Sebaliknya, kalau kita berpikir positif,kita akan menikmati hadiah itu dengan rasa gembira dan syukur, "Ia begitu murah hati. Walaupun ia sibuk, ia ingat untuk memberi kepada kita."

Warna hidup memang tergantung dari warna kaca mata yang kita pakai

Kalau kita memakai kaca mata kelabu, segala sesuatu akan tampak kelabu. Hidup menjadi kelabu dan suram. Tetapi kalau kita memakai kaca mata yang terang, segala sesuatu akan tampak cerah. Kaca mata yang berprasangka atau benci akan menjadikan hidup kita penuh rasa curiga dan dendam.Tetapi kaca mata yang damai akan menjadikan hidup kita damai. Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik. Berpikir baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain. Berpikir baik tentang keadaan. Berpikir baik tentang Tuhan. Dampak berpikir baik seperti itu akan kita rasakan. Keluarga menjadi hangat. Kawan menjadi bisa dipercaya. Tetangga menjadi akrab. Pekerjaan menjadi menyenangkan. Dunia menjadi ramah. Hidup menjadi indah. Seperti Pygmalion, begitulah.

Ada sebuah kisah menarik lainnya yang berhubungan dengan pilihan berpikiran positif dalam kehidupan kita.

Hidup Adalah Pilihan
 
Namanya adalah Thomas. Ia adalah seorang manager di sebuah perusahaan. Ada yang unik dari diri Thomas, yaitu setiap kali ia pindah kerja ke perusahaan lain selalu ada saja rekan kerjanya yang juga ikut pindah ke perusahaan yang sama. Dengan kata lain mereka mengikuti kemana Thomas pergi.

Selidik punya selidik, ternyata teman-teman Thomas itu merasa nyaman dengan Thomas. Ia dianggap tidak hanya memiliki kepribadian yang menyenangkan, tapi ia juga bisa menjadi motivator bagi teman-teman kerjanya. Setiap kali temannya mengalami berada di kondisi yang buruk, Thomas selalu ada di samping temannya untuk memberikan semangat dan selalu melihat sisi positif dari kejadian buruk yang dialami.

Melihat hal tersebut, suatu hari bertanyalah pimpinan Thomas

"Bagaimana caramu dapat selalu berpikir positif sepanjang hari?"

Thomas pun menjawab

"Setiap kali aku memulai hariku di pagi hari, aku menyadari bahwa aku memiliki dua pilihan yaitu aku dapat memilih berada di suasana hati yang baik atau berada di suasana hati yang buruk. Dan aku memilih untuk selalu berada dalam suasana hati yang baik."

"Saat aku berada dalam suatu kondisi yang kurang baik, aku menyadari bahwa aku juga punya pilihan yaitu bahwa aku bisa ikut menjadi korban keadaan yang tidak baik tersebut atau aku bisa mengambil sebuah pelajaran dari kejadian buruk tersebut. Dan aku memilih untuk selalu belajar dari suatu kejadian."

"Hidup adalah sebuah pilihan. Setiap hal yang terjadi pada diri kita adalah sebuah pilihan juga. Apakah kita melihat sebuah masalah tersebut adalah hal buruk ataukah sebuah tantangan."

"Setiap keadaan adalah sebuah pilihan. Kita dapat menentukan pilihan kita apa dan bagaimana reaksi kita terhadap keadaan tersebut. Kita dapat memilih berada di dalam keadaan baik ataupun buruk."

Setiap hal yang ada di diri kita yang telah kita lewati haruslah selalu kita syukuri. Dengan selalu menyadari bahwa hidup adalah sebuah pilihan, maka kita akan selalu memiliki pilihan untuk setiap hal yang kita lalui.

Pilihlah hal-hal terbaik dalam hidup Anda, syukuri dan yakini dengan sepenuh hati bahwa hidup adalah suatu hal yang begitu berharga.

Dari kisah diatas kita dapat melihat pentingnya memiliki pikiran positif. Berpikir positif juga memiliki banyak manfaat yang baik.

Manfaat Buat Anda Yang Selalu Berpikir Positif

Berpikir positif tidak hanya berpengaruh pada bagaimana cara orang berpikir, tetapi juga membuat peran besar dalam hidup. Banyak bonus yang didapat bila Anda selalu berpikir positif. Apa saja?

Sikap positif membantu untuk mengatasi urusan kehidupan sehari-hari dengan lebih mudah. Pandangan positif dapat membantu Anda mengatasi situasi stres dengan lebih baik dan dapat mengubah hidup menjadi lebih baik.

Berikut beberapa manfaat yang diperoleh bila Anda selalu berpikiran positif, seperti dilansir Lifemojo.

1. Manajemen stres yang lebih baik
Berpikir positif membantu mengatasi stres saat mendekati situasi stres dengan cara yang positif. Mengabaikan pikiran negatif dan menggantinya dengan optimisme akan mengurangi kecemasan, sehingga mengurangi stres.

2. Kesehatan yang lebih baik
Pemikiran dapat langsung mempengaruhi tubuh dan bagaimana fungsinya. Bila orang mengganti pikiran negatif dengan ketenangan, keyakinan dan kedamaian bukan kebencian, kecemasan dan khawatir, Anda akan merasakan kesejahteraan.

Ini berarti berpikir positif dapat bermanfaat untuk mengatasi gangguan tidur, ketegangan otot, kecemasan, dan kelelahan. Orang yang berpikir negatif lebih menderita depresi lebih dan kecemasan.

3. Percaya diri
Berpikir positif mempromosikan kepercayaan diri. Hal ini akan membuat orang dapat mengeluarkan potensi optimal dalam dirinya.

4. Pengambilan keputusan yang lebih baik
Orang yang optimis adalah pembuat keputusan yang lebih baik. Berpikir positif mencegah orang dari membuat penilaian yang meragukan, keputusan bodoh atau melakukan hal-hal yang akan disesali di kemudian hari. Ketika orang mulai menggunakan hak pikirannya, ia dapat membuat keputusan dengan cepat.

5. Meningkatkan fokus
Berpikir positif akan membantu berfokus pada solusi daripada membuang-buang waktu dan energi pada emosi negatif.

6. Mengurangi rasa takut
Rasa takut berasal dari berpikir tentang hal yang negatif, sehingga menjadi seorang pemikir positif akan dapat menghilangkan rasa takut. Keberanian ini berasal dari kenyataan bahwa ketika seseorang tetap positif ia akan tahu bahwa apa pun yang terjadi dalam hidupnya dapat dihadapi.

7. Hidup lebih bahagia
Jika orang memiliki pikiran yang berpikir positif, ia akan selalu mengantisipasi kehidupan dengan bahagia, damai, tawa, kesehatan dan kesuksesan finansial.

Bagaimana caranya berpikir positif? Berikut adalah beberapa tips untuk membantu Anda menanamkan kebiasaan berpikir positif.

  • Jadilah optimis dan mengharapkan hasil yang menguntungkan dalam setiap situasi
  • Temukan alasan untuk tersenyum lebih sering
  • Bayangkan saja apa yang Anda inginkan bisa terjadi
  • Melibatkan diri dalam kegiatan rekreasi menyenangkan
  • Bacalah hal-hal yang dapat menginspirasi
  • Ikuti gaya hidup sehat
  • Berolahraga sedikitnya tiga kali seminggu
  • Bergabunglah dengan orang-orang bahagia.

Mari bersama-sama menjadi manusia yang lebih positif. :)

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)