Senin, 09 Februari 2015

Efek Kupu-Kupu - Butterfly Effect

http://th06.deviantart.net/fs70/PRE/i/2012/065/a/2/png_butterfly_2_by_ucurmi-d4rxe8w.png 
Hal kecil berakibat besar


 Satu kepakan kecil kupu-kupu di Brazil akan menghasilkan tornado besar di Texas, itulah kutipan yang digunakan oleh Philip Merilees pada tahun 1972. Kutipan itu menjelaskan bahwa sebuah hal kecil bisa berakibat besar.

Dalam kehidupan, tanpa kita sadari bahwa hal-hal besar yang terjadi berawal dari keputusan dan tindakan yang kecil, karena kehidupan memiliki cara kerja yang unik dimana setiap hal yang terjadi memiliki hitungan yang pasti. Tidak ada yang sia-sia di dunia ini.

Sebuah langkah perubahan kecil, bisa menjadi awal perubahan besar dalam kehidupan seseorang, Hal kecil yang baik dan buruk bisa berefek besar. Seperti mereka yang memutuskan untuk berhenti merokok, dengan memulai mengurangi sebatang sehari itu sudah bentuk perubahan kecil menuju ke perubahan yang besar.

Hal ini seringkali disebut Efek Kupu-kupu atau Butterfly Effect.



Dari wikipedia dijelaskan bahwa; Butterfly effect ( Efek Kupu-kupu ) ini merujuk pada sebuah pemikiran bahwa kepakan sayap kupu-kupu di hutan belantara Brazil dapat menghasilkan tornado di Texas beberapa bulan kemudian. Fenomena ini juga dikenal sebagai sistem yang ketergantungannya sangat peka terhadap kondisi awal. Hanya sedikit perubahan pada kondisi awal, dapat mengubah secara drastis kelakuan sistem pada jangka panjang. 

Jika suatu sistem dimulai dengan kondisi awal dua maka hasil akhir dari sistem yang sama akan jauh berbeda jika dimulai dengan 2,000001 di mana 0,000001 sangat kecil sekali dan wajar untuk diabaikan. Dengan kata lain: kesalahan yang sangat kecil akan menyebabkan bencana dikemudian hari.

Teori Chaos adalah teori yang berkenaan dengan sistem yang tidak teratur seperti awan, pohon, garis pantai, ombak dll : random, tidak teratur dan anarkis. Namun bila dilakukan pembagian (fraksi) atas bagian-bagian yang kecil, maka sistem yang besar yang tidak teratur ini didapati sebagai pengulangan dari bagian-bagian yang teratur. Secara statistik: Chaos adalah kelakuan stokastik dari sistem yang deterministik. Sistem yang deterministik (sederhana, satu solusi) bila ditumpuk-tumpuk akan menjadi sistem yang stokastik (rumit, solusi banyak).

Sejarah teori Butterfly Effect
Edward Norton Lorenz menemukan efek kupu-kupu atau apa yang menjadi landasan teori chaos pada tahun 1961 di tengah-tengah pekerjaan rutinnya sebagai peneliti meteorologi. Ia dilahirkan pada 23 Mei 1917 di Amerika Serikat dan memiliki latar belakang pendidikan di bidang matematika dan meteorologi dari MIT. 
Dalam usahanya melakukan peramalan cuaca, dia menyelesaikan 12 persamaan diferensial non-linear dengan komputer. Pada awalnya dia mencetak hasil perhitungannya di atas sehelai kertas dengan format enam angka di belakang koma (...,506127). Kemudian, untuk menghemat waktu dan kertas, ia memasukkan hanya tiga angka di belakang koma (...,506) dan cetakan berikutnya diulangi pada kertas sama yang sudah berisi hasil cetakan tadi. Sejam kemudian, ia dikagetkan dengan hasil yang sangat berbeda dengan yang diharapkan. Pada awalnya kedua kurva tersebut memang berimpitan, tetapi sedikit demi sedikit bergeser sampai membentuk corak yang lain sama sekali.
 
 
Bahasa di atas mungkin cukup rumit untuk sebagian besar orang, sederhananya Efek Kupu-Kupu menjelaskan bahwa sebuah perubahan akan membawa perubahan lain yang berkelanjutan. Tidak ada suatu hal yang berdiri sendiri, karena walaupun kita adalah individu yang teratur namun secara global kita hanya bagian dari sebuah sistem yang seringkali disebut Takdir.
 
Tulisan ini dimaksudkan untuk mengajak kita semua, memperhatikan lagi tindakan-tindakan kita yang sekecil apapun dan lebih banyak melakukan hal yang baik karena hal yang kecil sekalipun bisa membawa perubahan yang begitu besar dalam hidup kita.
 
Aku sendiri merasakan hal seperti ini, ketika aku memutuskan pertama kali membuat blog, dan ketika aku membuat blog ini tahun lalu. Keputusan ini membawaku kepada banyak hal yang baru dalam hidupku. :)

1 komentar:

  1. "Kita hanya sebuah sistem yg seringkali disebut takdir" gue suka sama kata-katanya.

    BalasHapus

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)