Senin, 17 November 2014

Six Thinking Hats - Enam Topi Berpikir Edward De Bono


 
Dia yang menguasai pikirannya akan menguasai hidupnya




Edward De Bono, nama yang sangat familiar bagi mereka yang mempelajari pengembangan pikiran dan cara berpikir. Enam Topi Berpikir adalah salah satu teknik yang membuatnya sangat diingat oleh banyak orang hingga saat ini. Bagi yang belum pernah mendengar sebelumnya, ini bukan topi yang seperti di Harry Potter ya. Topi berpikir bukan berarti keenam topi ini hidup dan bisa berpikir.

Enam Topi Berpikir adalah sebuah teknik berpikir yang dipaparkan oleh Edward De Bono, menurutnya manusia memiliki enam gaya berpikir yang diibaratkan sebagai 6 buah topi.

Apakah setiap orang memiliki keenam gaya berpikir ini? Jawabannya iya, tetapi tidak semua orang bisa menggunakannya. Ibaratnya anda punya enam topi tetapi anda memakai satu saja sepanjang waktu, tanpa memakai topi yang lainnya. Biasanya jika seseorang tidak melatih kemampuan berpikirnya, paling banyak hanya menguasai 2 sampai 3 topi saja.

Teknik yang diciptakan Edward De Bono adalah menyampaikan pada kita keenam cara berpikir tersebut dan melatih kita agar bisa menggunakannya sesuai dengan kita inginkan, jadi kita bisa melepas dan memasang topi manapun sesuai keinginan kita. Menjadi seseorang yang dengan leluasa menganti cara berpikirnya.

Fungsi utama teknik ini adalah membuat kita mampu berpikir lurus dan objektif. Mencapai hasil yang maksimal dalam mengerjakan sesuatu dengan menangkap pola pikir dari berbagai sudut. Misalnya ketika anda menghasilkan sebuah karya, anda merasa karya itu tidak ada cacatnya sehingga anda butuh orang lain untuk menilai hal itu dengan objektif, tetapi dengan menguasai teknik ini walaupun tanpa bantuan orang lain, anda dapat melihat karya itu secara objektif.

Pemikir dan penemu hebat di dunia adalah orang-orang yang menguasai cara berpikir mereka, tentunya mereka bisa menemukan kelemahan, kelebihan dari apa yang mereka ciptakan. Mereka juga bisa bekerja dengan baik, menghasilkan ide briliant dan mengatur emosi mereka dengan baik adalah karena gaya berpikir mereka.

Tujuan dan hasil yang ingin dicapai dari teknik ini tentunya adalah Cara berpikir yang mampu menyelesaikan masalah, Mampu menganalisis dan melihat peluang serta memiliki cara berpikir yang kooperatif dengan pihak lain.

Adapun Teknik Enam Topi Berpikir atau nama lainnya Lateral / Paralel Thinking ini mengangkat istilah topi, mengingat sebuah ungkapan Inggris kuno yaitu Pakailah Topi Berpikirmu. Keenam Topi Berpikir itu adalah antara lain :



Topi Putih

Putih adalah netral dan objektif. bayangkan sebuah kertas putih kosong. Mengenakan topi putih artinya kumpulkanlan informasi yang diperlukan sebanyak-banyaknya. Informasi bisa berupa fakta dan data yang sifatnya netral dan objektif. Ingat, hanya informasi. Just the facts, not opinion or interpretation. semakin banyak informasi yang dikumpulkan, peta persoalan akan menjadi semakin jelas dengan sendirinya. Atau mudahnya, bayangkan sebuah komputer yang menyajikan semua data dan informasi yang kita perlukan. Komputer bersifat netral dan objektif. Ia tidak memberikan interprestasi atau opini apapun terhadap data dan informasi yang disajikannya. Ketika mengenakan topi putih, kita diminta berlaku seperti komputer ini.

Topi Merah
Merah melambangkan emosi dan perasaan. mengenakan topi merah artinya kita diajak memandang persoalan dari sudut pandang emosi dan perasaan, baik yang positif maupun negatif —fears, like, dislikes, loves and hates, etc, tanpa alasan atau logika apapun. Ini adalah sesi di mana kita diberi kesempatan untuk mengatakan: This is how i feel about the matter. Emosi juga menyangkut tipe perasaan yang lebih kompleks dan tinggi, yaitu naluri (insting) dan intuisi. Naluri dan intuisi sering kali memberi arah akan hal yang tidak bisa dibeberkan fakta dan informasi.

Topi Hitam

Topi hitam adalah lambang peringatan. Mengenakan topi hitam, kita diajak untuk menjadi sangat berhati-hati. Menganalisa semua sisi negatif dari suatu persoalan, mencari semua faktor resiko, bahaya, kesulitan, dan kelemahan suatu ide. Mempertanyakan berbagai kemungkinan negatif. What can go wrong? What are the potential problems? Where things might be wrong? Topi hitam juga mengajak untuk selalu berada di jalan yang benar dan menguntungkan, tidak melanggar undang-undang, tidak melakukan hal bodoh dan tindakan ilegal. Topi hitam mengajak untuk selalu bersikap logis. Topi hitam memberi arah dan peran sangat penting, tapi jika berlebihan bisa sangat mengganggu juga.

Topi Kuning

Kuning melambangkan cahaya dan optimisme. Juga aura positif. Berlawanan dengan topi hitam, di bawah topi kuning kita diarahkan untuk hanya berpikir hal yang positif, tetapi tetap logic and not based on fantasy. Topi kuning fokus pada hal-hal positif menguntungkan, harapan and why something may work. Topi kuning juga digunakan untuk berpikir konstruktif dan generatif, membuat segalanya bisa dilaksanakan. Topi kuning juga bersifat spekulatif, mencari segala kemungkinan untuk menerjemahkan visi, impian dan harapan. Topi kuning mempunyai spektrum positif yang cukup lebar, terentang dari sisi logis dan praktis pada satu sisi dan impian, visi, misi serta harapan di sisi yang lain. Overoptimistic can lead foolishness.
 
Topi Hijau

Topi hijau melambangkan energi, pertumbuhan, produktivitas. Di bawah topi hijau kita menumbuhkan kreativitas, mencari ide baru dan berbagai alternatif. Di bawah topi hijau kita mengcounter kesulitan yang terdeteksi pada topi hitam. Tinggalkan ide lama dan beralihlah kepada hal-hal dan perspektif baru. Topi hijau adalah perubahan.

Topi Biru

Biru adalah warna angkasa, biru adalah sesuatu di atas segalanya. Topi biru adalah kontrol. Topi biru digunakan untuk mengontrol proses berpikir dan penggunaan topi-topi berpikir lainnya. Biasanya digunakan oleh yang ditunjuk sebagai fasilitator atau pimpinan pada awal pertemuanuntuk memberi arahan tentang situasi yang dihadapi, arah mana yang dituju, serta tujuan dan capaian yang dikehendaki. Pada akhir pertemuan, topi biru juga biasanya meminta hasil pertemuan yang bisa berupa kesimpulan, keputusan, summary, solusi atau apapun. Di bawah topi biru juga ditentukan rencana atau langkah selanjutnya.


Setelah membaca dan mengetahui Enam Topi Berpikir, anda dapat melihat pentingnya kita menguasai cara berpikir kita karena jika kita hanya mengandalkan satu dari enam topi ini maka semua akan menjadi buruk. Banyak masalah yang terlihat terlalu sulit karena memakai topi hitam berlebihan, ada juga yang tidak hati-hati karena terlalu optimis, ada orang yang hanya berpikir kreatif tanpa bertindak. Ini membuktikan pentingnya kita dapat memahami keenam cara berpikir tersebut.

Mari lihat persoalan dan sesuatu dengan cara berpikir yang berbeda, maka kehidupan kita akan menjadi lebih baik. Semoga bermanfaat.

Sumber Terkait :

How to Have Beautiful Mind - Edward De Bono
Berpikir Lateral - Edward De Bono

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih untuk berkomentar, Komentarmu sangat berarti untuk penulis agar terus semangat berkarya. Setiap kritik dan saran sangat dihargai agar blog ini semakin baik ke depannya. Semoga anda berbahagia :)